Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Diambil dari Dana Cadangan Pendidikan

Mitrapost.com – Anggaran makan bergizi gratis menjadi polemik di tengah masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa utang negara akan bertambah karena program yang digagas oleh Prabowo-Gibran ini.

Dalam hal ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menambah beban defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan program ini akan dimasukkan dalam anggaran pendidikan, dan tidak akan menambah utang.

“Pendanaan dari luar negeri? Oh nggak itu ini lagi eksplorasi, tapi most likely adalah dia tidak akan menambah atau memperberat postur defisitnya,” kata Scenaider di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat, dikutip dari Detik News, pada Selasa (3/9/2024).

Scenaider menyebut anggaran makan gratis ini diambil dari dana Cadangan pendidikan.

“Nggak bakal dari pinjaman. Prinsipnya kita akan membiayai pinjaman kegiatannya bisa men-generate income revenue. Masih kita perkirakan bukan dari pinjaman luar negeri lah. Kalau below the line kan selama ini ada anggaran di LPDP, ada di cadangan pendidikan. Mungkin bu menkeu mau masuk, realokasi ke situ. Let’s see ya,” jelasnya.

Disebutkan program makan gratis masuk dalam program prioritas Prabowo-Gibran. MBG dalam RAPBN 2025 sebesar Rp 71 triliun yang mana termasuk anggaran pendidikan senilai Rp 722,6 triliun.

“Highlight program pertama, memberikan makanan bergizi sehat di sekolah dan pesantren serta bantuan gizi untuk balita, ibu hamil dan anak balita dengan sasaran 15,42 juta jiwa di 514 kabupaten/kota. Ini merupakan quick wins,” tutur dia. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati