Mitrapost.com – Salah satu tujuan memasak makanan hingga benar-benar matang yakni mematikan perkembangan bakteri dalam bahan makanan. Bakteri tersebut bisa memicu penyakit, dan membahayakan kesehatan tubuh.
Ada beberapa bakteri yang bisa ditemukan pada makanan kurang matang seperti telur dan daging ayam, diantaranya E.Coli, salmonella, dan campylobacter. Bakteri-bakteri tersebut jika ikut dikonsumsi bisa menyebabkan iritasi usus.
Berikut ini beberapa makanan yang bahaya jika dikonsumsi dalam kondisi kurang matang.
Telur belum matang
Telur mentah memang telah terbukti mengandung lebih banyak nutrisi, seperti vitamin D, kolin, biotin, dan seng dibandingkan dengan telur yang telah dimasak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa makan telur mentah dikaitkan dengan banyak risiko kesehatan akibat kontaminasi bakteri.
Bakteri yang paling sering ditemukan dalam telur mentah adalah salmonella. Konsumsinya memungkinkan menyebabkan keracunan makanan, diare, demam, kram perut, dan sakit kepala.
Ikan mentah
Tak hanya bakteri, ikan yang tidak diolah dengan benar juga berisiko mengandung parasit. Parasit ini mungkin berupa cacing Anisakis sp yang jika tertelan bisa menimbulkan penyakit anisakidosis, ditandai dengan nyeri perut, mual, muntah, dan diare.
Sayur-sayuran mentah
Beberapa sayuran tidak disarankan dikonsumsi dalam keadaan mentah. Beberapa diantaranya adalah brokoli, kecambah, terong, asparagus, kentang, dan bayam.
Ini karena bakteri bisa menempel pada sayuran tersebut, sehingga berbahaya dan berdampak pada kesehatan. Selain itu, bakteri juga bisa memasuki aliran darah, memproduksi racun, dan merusak sel-sel tubuh.
Daging kurang matang
Semua jenis daging, baik daging ayam maupun sapi sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang. Konsumsi daging yang kurang matang bisa berbahaya, karena menyebabkan kontaminasi bakteri dan virus yang berbahaya, sehingga menyebabkan keracunan, penyakit tipes, bahkan flu burung. (*)
Redaksi Mitrapost.com






