Mitrapost.com – Tidur merupakan aktivitas penting seluruh manusia untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Dalam sains, tidur tepat waktu dan berkualitas memengaruhi suasana hati dan kesehatan secara keseluruhan yang lebih baik.
Sementara itu, ada dua waktu tidur yang baik menurut Islam, sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW. Dua waktu tidur ini juga terbukti secara ilmiah bisa memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran.
Waktu tidur terbaik: Sebelum Zuhur dan setelah Isya
Dilansir dari NU Online, ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yakni tidur sebentar sekitar 10-30 menit sebelum Zuhur dan tidur malam setelah Isya.
Tidur di waktu Zuhur adalah qailulah, atau tidur siang sebentar antara waktu dhuha dan sebelum zuhur. Selain itu, Imam Muslim menjelaskan bahwa qailulah adalah tidur di pertengahan hari dan al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa qailulah adalah tidur di tengah siang, saat matahari tergelincir ke barat, dan beberapa waktu sebelum atau sesudahnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Lakukanlah qailulah, karena sesungguhnya syaitan itu tidak berani qailulah,” (HR At-Tabrani)
Dilansir dari Alodokter, tidur siang sebentar bisa meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, aktivitas ini bisa merelaksasi tubuh, serta membantu menenangkan saraf-saraf yang tegang akibat seharian berkegiatan.
Waktu tidur terbaik lainnya adalah setelah isya sepanjang 7-8 jam. Penting untuk menyegerakan tidur di awal waktu untuk menghindari bergadang. Kebiasaan tidur larut malam tanpa tujuan jelas hanya menyia-nyiakan waktu dan membuat waktu ibadah terlewat.
Terjaga di malam hari diperbolehkan asal untuk tujuan yang bermanfaat, seperti berzikir, membaca Al-Qur’an, berdiskusi, belajar, berdakwah, bermurajaah Al-Qur’an dan ilmu, menemani tamu dan keluarga.
Dari Abu Barzah RA, bahwasanya Rasulullah SAW membenci tidur sebelum (sebelum Isya’) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya,” (HR Muttafaqun Alaih). (*)
Redaksi Mitrapost.com




