Pati, Mitrapost.com – Penyakit gondongan akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah daerah, tak terkecuali di Kabupaten Pati.
Saat dikonfirmasi oleh Mitrapost.com, Kepala Dinkes Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia tak menampik maraknya penyakit yang disebabkan infeksi virus ini.
Meskipun penyakit gondongan marak, Aviani mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir. Pasalnya, penyakit ini tidak mematikan dan mudah untuk disembuhkan.
Sehingga, pihaknya pun tidak memiliki data pasti mengenai jumlah warga yang terserang penyakit ini. Pasalnya, Dinkes Kabupaten Pati tidak mewajibkan mendata penyakit gondongan.
”Kalau jumlah berapa ya tidak bisa ngomong. Ya mungkin ada (Ratusan). Memang penyakit menular tapi tidak untuk dilaporkan,” ujar mantan direktur RSUD Kayen itu.
”Kenapa tidak didata, karena tidak mematikan dan dengan sendirinya sembuh sendiri. Setelah pertahanan tubuh bisa melawan. penyakit ini disebabkan oleh virus, sifatnya self-limiting disease, akan sembuh setelah perjalanan alamiah di dalam tubuh,” tambahnya.
Menurutnya, penyakit ini biasanya sembuh dalam waktu 7 hingga 15 hari. Pengobatan mandiri dapat dilakukan berdasarkan gejala yang muncul.
Seperti jika muncul demam, maka perlu minum obat penurun panas. Jika nyeri, konsumsi obat pereda nyeri dan istirahat yang cukup serta konsumsi makanan bergizi.
“Kami memberikan saran kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi, nyeri luar biasa di kepala atau kelenjar ludah, kesulitan menelan, atau nyeri perut disertai muntah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aviani mengungkapkan bawha penularan penyakit gondongan dapat terjadi melalui lendir dari percikan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, serta kontak langsung seperti berciuman.
“Ada beberapa langkah untuk mencegah agar tidak tertular. Yakni hindari berbagi alat makan dan minum dengan penderita. Kemudian rutin mencuci tangan sebelum menyentuh hidung atau mulut,” paparnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com





