Mitrapost.com – Malaikat merupakan makhluk Allah SWT yang selalu tunduk kepada perintah Allah SWT, serta senantiasa beribadah dan bersujud kepada-Nya. Selain itu, doa dari malaikat merupakan doa yang mustajab.
Allah SWT telah melalui firman-Nya menjelaskan mengenai malaikat,
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَنَهُ بَلْ عِبَادُ مُكْرَمُونَ لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بأمره، يَعْمَلُونَ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُم مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
Artinya: “Dan mereka berkata, ‘Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak.’ Maha suci Allah, sebenarnya (malaikat-malaikat itu) ialah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka. Dan, mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS Al-Anbiyaa’: 26-28).
Ada sejumlah amalan yang bisa umat muslim lakukan untuk mendapatkan doa dari malaikat. Lantas, apa saja amalan tersebut? Simak penjelasan berikut ini berdasarkan hadist dari Rasulullah SAW.
Menjaga wudhu
Sebuah riwayat dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’,” (HR Ibnu Hibban).
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu salat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya, ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia’,” (HR Muslim).
Salat berjamaah di saf pertama
Barra’ bin ‘Azib berkata Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada (orang-orang) yang berada pada saf-saf terdepan,” (HR Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah).
Dalam sebuah riwayat lain, Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bersholawat kepada orang-orang yang menyambung saf-saf,” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban).
Tidak terburu-buru dalam salat
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bersholawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat salat dimana ia melakukan salat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’,” (HR Ahmad).
Mendoakan saudaranya diam-diam
Diriwayatkan dari Ummu Darda, Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang akan menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata, ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan’,” (HR Muslim).
Senang bersedekah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)’,” (HR Bukhari dan Muslim).
Sahur sebelum puasa
Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur,” (HR Ibnu Hibban dan Ath-Thabrani).
Menjenguk orang sakit
Ali bin Abi Thalib RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bersholawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga subuh.” (HR Ahmad).
Mengajarkan kebaikan
Abu Umamah Al-Bahily RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bersholawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain,” (HR Tirmidzi). (*)

Redaksi Mitrapost.com






