Pati, Mitrapost.com – Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Pati, Nur Hardiansyah mengungkapkan bahwa pihaknya mampu menyerap 200 hingga 300 ton beras setiap hari di Kabupaten Pati.
“Untuk Kabupaten Pati kita bisa serap beras sehari 200 sampai 300 ton. Kabupaten Pati menjadi pemasok terbesar daripada lima kabupaten lain,” ujarnya kepada awak media.
“Jika secara global, penyerapan beras untuk se-Karesidenan Pati setiap hari mampu mencapai 700 hingga 800 ton,” lanjutnya.
Ia mengatakan, program penyerapan ini bertujuan untuk menambah stok cadangan beras di dalam negeri. Apabila stok sudah memadai, maka tidak perlu lagi impor beras dari luar negeri.
Menurutnya, stok cadangan beras itu digunakan untuk menjalankan tiga program, yakni Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan (Banpang), dan Bantuan Bencana Alam.
Ia mengaku pihaknya mendapat penugasan atas adanya kebijakan pemerintah dalam melaksanakan ketiga program penting tersebut.
“SPHP masih berjalan, nanti untuk triwulan I sampai di tanggal 29 Maret. SPHP digunakan untuk stabilisasi harga di tingkat konsumen, apalagi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (Idulfitri). Kaitannya dengan GPM kami kerjasama pemda melakukan operasi pasar,” jelas dia.
Perlu diketahui, SPHP merupakan program stabilitas pasokan dan harga pangan khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah sehingga mereka bisa mendapat subsidi, berlokasi di pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Untuk pelaksanaan GPM berkolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda), dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
Lalu, ada Banpang yang mana bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan. Ia menjelaskan bahwa Banpang sejauh ini belum berjalan karena pemerintah pusat tengah melakukan pengadaan produksi pangan sehingga program Banpang ditunda.
“Awalnya Banpang 2025 mulai Januari atau Februari, tapi ternyata ditunda karena Januari sampai Mei untuk pengadaan, mengambil stok untuk program swasembada pangan. Setelah panen raya selesai akan disalurkan, kami menunggu perintah dari Bapanas (Badan Pangan Nasional),” tuturnya.
Program berikutnya, Bantuan Bencana Alam yang belum terlaksana karena kondisi Kabupaten Pati masih aman. Jikalau terjadi, maka Bulog bersama Bapanas dan Pemda menyalurkan bantuan berupa beras kepada korban yang mengalami kejadian memilukan tersebut. Alokasi pendistribusian akan disesuaikan dengan jumlah korban yang terdampak.
“Selama ini belum ada permintaan, kalau terpaksa kami siap. Bantuannya beras cadangan pemerintah, misal terdampak berapa ratus Kepala Keluarga (KK) nanti memperoleh 0,4 kilogram per KK,” paparnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






