Mitrapost.com – kesiapan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) disebut akan berinvestasi pada proyek strategis energi.
Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Ia mengatakan pihaknya akan mengikuti arahan Presiden Prabowo berkenaan dengan transisi dan kedaulatan energi.
“Ya, kita kan sebagai pembantu Bapak Presiden, pasti menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Bapak Presiden,” kata Bahlil kepada wartawan usai menghadiri acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex di ICE BSD, Tangerang, Banten, dikutip dari Detik Finance pada Kamis (22/5/2025).
Nantinya akan ada pemetaan yang dilakukan untuk mengetahui proyek prioritas yang akan dikerjakan Danantara.
“Terkait dengan transisi energi dan kedaulatan swasembada energi kita, arah Bapak Presiden Danantara juga ikut mengambil bagian, porsinya tinggal kita atur mana yang menjadi skala prioritas,” jelasnya.
Bahlil menjelaskan jika pemerintah akan memberikan formulasi yang lebih ekonomis untuk meringankan ekspansi dan modal belanja atau capex.
“Sebenarnya selama ini kan selalu diperdebatkan antara cost recovery atau growth split. Tetapi dengan bagaimana cara untuk mereka bisa melakukan ekspansi, pastikan sekarang membutuhkan capex yang mahal bagi sumur-sumur tua. Karena itu kita memberikan satu formulasi sweetener yang ekonomis,” ujar dia.
Perlu diketahui sebelumnya, Prabowo membuka ruang bagi para investor untuk turut terlibat dalam proyek migas.
“Silahkan anda masuk ke peluang yang kita berikan, dan kita sudah siapkan suatu dana investasi besar, yaitu Danantara Indonesia yang siap berinvestasi secara strategis dalam proyek-proyek energi yang tersedia,” ungkap Prabowo dalam sambutannya di Peresmian Pembukaan dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroelum Assosiation (IPA) di Tangerang. (*)
Redaksi Mitrapost.com





