Pati, Mitrapost.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, penjualan atribut merah putih di Kabupaten Pati mengalami lonjakan tajam. Hal ini turut dirasakan Ahbarina Novia Rahma (24), penjual asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.
Ia mengaku kewalahan melayani pembeli yang memadati tokonya beberapa hari terakhir. Item yang paling laris adalah bendera rumahan dan layur berbagai ukuran, terutama untuk perkantoran, sekolah, dan kegiatan tingkat RT.
“Pasti bendera Merah Putih depan rumah banyak banget. Untuk kantor-kantor, layur ukuran 4, 5, sampai 6 meter, juga umbul-umbul gelombang untuk RT. Puncaknya, sekitar 14 sampai 16 Agustus,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Di hari biasa, dirinya hanya menjual sekitar satu kodi (20 buah) atribut merah putih per hari. Namun, pada bulan Agustus ini, penjualan eceran bisa mencapai lima kodi per hari. Bahkan, untuk pesanan online melalui media sosial seperti TikTok, pembeli bisa memesan hingga 10–20 kodi sekaligus.
Ia menyebutkan, harga atribut bervariasi. Bendera peluit dijual mulai Rp1 ribu, bendera formal Rp50–100 ribu, bendera lapangan besar Rp250 ribu, sementara layur motif kuda laut ukuran 3 meter dibanderol Rp30 ribu, ukuran 4 meter Rp35–50 ribu, dan layur zig-zag 5 meter seharga Rp70 ribu.
Untuk memenuhi permintaan, dirinya memperpanjang jam buka toko. Sebelumnya, toko buka sampai sore, tapi pada bulan Agustus ini, bisa sampai malam.
“Biasanya buka dari pagi sampai sore, sekarang sampai malam,” terangnya.
Semaraknya persiapan HUT Kemerdekaan RI membuat pedagang atribut merah putih kebanjiran rezeki. Ini turut menandakan geliat masyarakat dalam menyambut momen bersejarah bangsa. (*)

Wartawan Mitrapost.com






