Jarak antara Bulan dan Bumi Mulai Bergerak Menjauh, Apa Dampaknya?

Mitrapost.com – Berkat misi Apollo tahun 1960 dan 1970 yang telah menempatkan sebuah reflektor Lunar Laser Ranging Experiment, diketahui jarak antara Bulan dan Bumi ternyata mengalami perubahan dari waktu ke waktu, di mana satu sama lain ditemukan saling menjauh.

Melansir dari CNBC Indonesia, setelah bersama sejak miliaran tahun lalu, saling menjauhnya orbit Bumi dan Bulan diketahui dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk bisa dipantulkan kembali. Pengukuran ini menemukan bahwa kecepatannya mencapai 3,8 cm (1,5 inci) per tahun.

Salah satu ilmuwan National Aeronautics and Space Administration (NASA), Richard Vondrak pada 2017 melalui situs web sains yang berbasis di Inggris, IFL Science menjelaskan bahwa fenomena yang telah terjadi ini mampu menjadi tanda akan menghilangnya Gerhana Matahari Total.

Sekitar 600 juta tahun yang akan datang, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya karena jumlah dan frekuensinya yang terus berkurang seiring berjalannya waktu.

Kemungkinan ini bisa terjadi karena semakin jauh jaraknya, Bulan akan tampak lebih kecil dari Bumi. Berbeda dengan yang terlihat saat ini bahwa ukuran keduanya masih terlihat hampir sama.

Saat ini, Bulan dengan memiliki diameter 400 kali lebih besar berjarak dengan pusat tata surya mencapai sejauh 400 kali lebih jauh dari Bumi. Sementara 4.000.000.000 tahun lalu, Bulan juga tampak tiga kali lebih besar dari saat ini, sebelum bergeser ke orbitnya sekarang. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati