Mitrapost.com – Umat Islam di Indonesia pasti tidak asing dengan istilah santri dan pesantren. Istilah santri ini biasanya ditujukan kepada mereka yang sedang atau pernah menimba ilmu agama Islam di pondok pesantren.
Sementara itu menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, santri diartikan sebagai orang yang mendalami agama Islam, serta orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh dan orang yang dianggap saleh.
Sementara itu, dilansir dari NU Online, kata santri dalam bahasa Arab, terdiri dari 5 huruf, yakni sin, nun, ta’, ro’, dan ya’. Santri disebut harus saafiqul khoir atau pelopor kebaikan di mana pun ia berada. Selain itu, huruf nun merujuk pada naasibul ulama atau penerus ulama
Huruf ta’ berasal dari istilah taarikul ma’ashi atau meninggalkan maksiat, sedangkan huruf ro’ dan ya’ dijabarkan sebagai syarat yang harus dimiliki, yaitu ridha Allah dan sifat yaqin.
Pada hakikatnya, santri dikatakan sebagai seseorang yang sedang ber-ikhtiar memperdalam ilmu agama.
Meski demikian, para santri sering kali mengalami tantangan dalam melaksanakan kewajibannya tersebut. Tak hanya menghadapi kompleksitas materi, diperlukan dorongan spiritual yang kuat agar ilmu yang didapatkan bisa berdampak bagi umat Islam lainnya.
Maka dari itu, para guru dianjurkan untuk selalu membaca doa-doa tertentu sebelum memulai proses belajar untuk mendoakan santri-santrinya. Bagaimana pun, doa menjadi suatu hal yang menjembatani Allah SWT dan hamba-Nya.
Dilansir dari NU Online, berikut beberapa doa yang bisa diamalkan guru untuk para santrinya. Simak selengkapnya!
Doa untuk para santri
Doa ini yang diamalkan Kiai Ali Mustafa Yaqub setelah salat berjamaah,
اللَّهُمَّ فَقِّهْنَا فِي الدِّينِ وَعَلِّمْنَا التَّأْوِيلَ. اَللّهُمَّ فَقِّهْ مَنْ يَدْرُسُ فِي هذَا الْمَعْهَدِ فِي الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ
Allahumma faqqihna fiddin wa ‘allimnat ta’wil. Allahumma faqqih man yadrus fi hadzal ma’had fiddin wa ‘allimhut ta’wil
Artinya: “Ya Allah, pahamkanlah kami tentang ilmu agama dan ajarkan kami takwil. Ya Allah, pahamkanlah ilmu agama pada siapa pun yang belajar di pesantren ini dan ajarkan lah mereka takwil.”
Doa ini merupakan modifikasi dari suatu riwayat Imam Ahmad. Dalam riwayat Imam Ahmad, diceritakan suatu malam Rasulullah SAW sedang di rumah Maymunah. Di sana, Ibnu ‘Abbas dan ia membantu menyiapkan air wudhu untuk Rasulullah SAW. Maymunah pun berkata,
“Wahai Rasulullah, anak ini-yang menuangkan air wudhu untukmu bernama Ibnu ‘Abbas.”
Nabi saw pun seketika berdoa, “Ya Allah, pahamkanlah ia ilmu agama dan ajarkan ia takwil,” (HR Ahmad). (*)

Redaksi Mitrapost.com






