Pati, Mitrapost.com – Banjir yang menerjang Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mulai surut.
Sebelumnya banjir di desa tersebut menerjang 10 rukun tetangga (RT) dengan jumlah 874 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 1.857 jiwa per Senin (27/10/2025). Sementara, air mulai menggenang sejak Minggu (26/10/2025) malam.
Kepala Desa Ketitang Wetan, Ali Muntoha mengatakan bahwa banjir pada pagi ini sudah berangsur surut. Setidaknya, tercatat 6 RT atau kurang lebih 300 rumah yang masih terendam banjir.
“Sementara ini, tinggal berkisar 6 RT, (banjir) sudah mulai surut,” katanya dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (28/10/2025) pagi.
Menurut dia, genangan air di 6 RT tersebut sudah mulai surut sekitar 15 sampai 20 sentimeter. Namun, ketinggian banjir cukup bervariasi.
“Kurang lebih surut di awal ini sekitar 15 sampai 20 sentimeter. Rata-rata air di pekarangan warga ini masih sekitar 40 sentimeter,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski air banjir berangsur surut, sebagian warga belum bisa beraktivitas normal. Ia juga menyampaikan, sebagian warga mulai membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur yang terbawa air banjir.
“Belum normal, karena sebagian jalan masih ada yang tergenang terus sebagian warga masih menunggu air surut, kalau ditinggal kerja nanti endapan lumpurnya tidak bisa diatasi. Kalau sudah kering sulit, ya nunggu surut di rumahnya masing-masing. Sebagian sudah melakukan bersih-bersih,” ungkapnya.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati lebih memperhatikan tanggul-tanggul yang rawan jebol, supaya bencana banjir ini tidak terulang kembali.
“Berharap untuk diperhatikan desa ini, tanggul-tanggulnya yang utama. Tapi proses pengerjaan sudah berjalan, kendalanya memang titik jebol jauh dari utara dari selatan juga jauh itu di persawahan. Akhirnya,penanganannya lambat,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






