Hadir di Audiensi DPRD-Germap, Grada Pati Mengaku Ingin Klarifikasi Bukan Provokasi

Pati, Mitrapost.com Audiensi antara DPRD Kabupaten Pati dengan Gerakan Masyarakat Pati (Germap) di ruang rapat Paripurna DPRD Pati, pada Jumat (7/11/2025), berakhir panas. Kehadiran sejumlah organisasi lain dalam forum disebut menjadi alasan Germap memilih walk out dari pertemuan tersebut.

Salah satu organisasi yang hadir, Gerakan Pemuda Peduli (Grada) Pati, turut memberikan tanggapan terkait hal tersebut. Ketua Grada Pati, Moh. Sabiq menyampaikan bahwa kehadirannya untuk memberikan klarifikasi mengenai persoalan pajak karaoke yang selama ini disorot Germap.

“Belum lama dibuka, terus langsung selesai. Ya gimana, kita nggak bisa komunikasi dan berdiskusi lebih lanjut,” ujar dia usai audiensi, Jumat (7/11/2025).

Ia menegaskan, kehadiran Grada Pati bukan untuk memprovokasi, melainkan untuk memberikan penjelasan dan edukasi soal pajak karaoke.

“Kita selalu hadir bukan untuk bikin kerusuhan, tapi untuk menjelaskan. Kita terakhir bayar pajak bukan tahun 2014, tapi 2015. Setelah izin dicabut, ya otomatis nggak bisa bayar pajak. Setelah dibuka lagi perizinannya, kita tertib. Tahun 2024 kita mulai bayar pajak lagi,” jelasnya.

Menurutnya, perizinan usaha karaoke yang tergabung dalam Grada Pati kini lengkap, baik dari OSS, pemerintah daerah, maupun pusat.

“Kita punya bukti pajak, izin lengkap dari BMPD, BPKD, semuanya ada,” tegasnya.

Dalam audiensi itu, Grada Pati datang bersama tiga organisasi lain, yakni Jaringan Mahasiswa Pati (JMP), Grib Jaya, dan Pekerja Seni Pati (PSP).

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, turut mempertanyakan kapasitas organisasi-organisasi di luar Germap yang ikut hadir. Menurutnya, peserta audiensi harus berdasarkan surat resmi atau rekomendasi dari pimpinan DPRD.

“Saya tanya, Grada ini kapasitasnya apa dan atas dasar apa ikut hadir? Karena audiensi ini kan antara Komisi B dan D dengan Germap. Kalau memang ada surat resmi atau rekomendasi dari pimpinan DPRD, tentu kami persilakan. Tapi karena tidak ada bukti tertulis maupun rekomendasi, kami harus bersikap sesuai prosedur,” paparnya.

Akibat situasi yang memanas dan tidak sesuai kesepakatan awal, perwakilan Germap akhirnya meninggalkan ruangan sebelum audiensi selesai. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati