Mitrapost.com – Pemerintah Filipina telah memerintahkan pembatalan sebanyak 300 penerbangan dan penutupan bagi sekolah-sekolah dan kantor kenegaraan pada hari ini, Senin (10/11/2025), terutama di seluruh pulau utama Luzon, termasuk Ibu Kota Manila.
Perintah ini disiarkan, lantaran badan meteorologi menyebut daerah di sebuah pulau kecil Catanduanes, pada Minggu pagi telah terkena hantaman langsung dari angin dan hujan disertai gelombang badai yang menghantam jalan-jalan hingga menyebabkan banjir.
Melansir dari Detik, hantaman tersebut merupakan sebuah badai yang terjadi akibat dari semakin mendekatnya topan super Fung-wong, yang telah memakan satu orang korban jiwa dan lebih dari satu juta masyarakat berhasil dievakuasi.
Salah satu tim penyelamat di Kota Catbalogan, Juniel Tagarino menyebut bahwa korban jiwa merupakan seorang perempuan berusia 64 tahun yang berusaha mengungsi, ternyata ditarik dari bawah oleh puing-puing dan pohon yang tumbang.
“Tadi malam, anginnya sangat kencang dan hujannya deras. Menurut keluarganya, dia mungkin lupa sesuatu dan kembali ke dalam rumah,” jelas Tagarino.
Menanggapi bencana tersebut, para ilmuwan memberi peringatan akan adanya badai yang lebih kuat yang terjadi dari perubahan iklim. Menurut mereka, topan super Fung-wong diperkirakan membawa setidaknya 200 milimeter hujan ke beberapa wilayah di Filipina.
Kawasan perairan yang sempat dilewati, memungkinkan topan super Fung-wong dapat menguat dengan lebih cepat. Kemudian atmosfer yang ada di sana mampu menahan lebih banyak kelembapan. Hal ini menjadikan curah hujan jauh lebih deras dari yang sebelumnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






