Mitrapost.com – Literasi digital pada dasarnya adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan teknologi secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.
Di era yang hampir seluruh aktivitasnya terhubung dengan internet, literasi digital bukan lagi sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat, tetapi juga memahami bagaimana informasi bekerja, bagaimana data tersebar, serta bagaimana kita berinteraksi dengan dunia digital secara aman. Melansir dari Kumparan, konsep ini mencakup cara mencari informasi yang valid, mengenali hoaks, menjaga privasi, dan berkomunikasi dengan etika yang baik di ruang digital.
Dalam lingkungan sekolah, literasi digital menjadi semakin penting karena siswa setiap hari berhadapan dengan perangkat, baik untuk belajar maupun hiburan. Guru kini tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga mengarahkan bagaimana siswa memanfaatkan teknologi secara tepat.
Misalnya ketika siswa diminta mencari informasi untuk tugas, mereka perlu memahami perbedaan antara sumber yang kredibel dan situs yang tidak jelas asal-usulnya. Kemampuan menilai kualitas informasi inilah salah satu bentuk literasi digital.
Penggunaan media sosial juga menjadi contoh nyata bagaimana literasi digital berperan. Siswa perlu memahami batasan dalam membagikan foto, opini, atau informasi pribadi. Banyak kasus perundungan daring muncul karena kurangnya kesadaran tentang dampak jejak digital.
Ketika sekolah memberikan edukasi mengenai etika online, keamanan akun, serta aturan berinteraksi, itu termasuk bagian dari penerapan literasi digital. Di beberapa sekolah, literasi digital juga diterapkan melalui pembelajaran berbasis platform daring.
Siswa belajar menggunakan aplikasi presentasi, mengelola dokumen di cloud, hingga mengerjakan kuis digital. Kebiasaan ini membantu mereka memahami bagaimana teknologi bisa mendukung proses belajar, bukan sekadar menjadi hiburan.
Bahkan ketika guru mengajak siswa membuat proyek video, podcast, atau infografis, mereka sedang melatih keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi digital. Pada akhirnya, literasi digital di sekolah bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi pembentukan karakter di dunia digital. (*)

Redaksi Mitrapost.com






