Mitrapost.com – Belajar di jenjang sekolah menengah sering kali terasa menantang karena siswa harus menyeimbangkan pelajaran, tugas, hingga kegiatan ekstrakurikuler. Namun dengan cara belajar tepat, proses pemahaman materi bisa menjadi lebih mudah dan tidak menguras tenaga.
Melansir dari Detik, kunci utamanya adalah mengenali metode yang sesuai dan konsisten menerapkannya dalam rutinitas sehari-hari. Langkah pertama yang penting dilakukan dalam hal ini adalah membuat jadwal belajar yang jelas.
Siswa bisa membagi waktu untuk tiap mata pelajaran, terutama yang dirasa sulit, agar tidak menumpuk menjelang ujian. Dengan jadwal yang teratur, otak akan lebih siap menerima informasi dan siswa terhindar dari kebiasaan belajar mendadak.
Selain itu, menggunakan teknik pomodoro atau belajar dalam interval waktu tertentu dapat membantu meningkatkan fokus. Siswa juga disarankan untuk membuat rangkuman atau catatan singkat dari materi yang dipelajari.
Meringkas dalam bentuk poin, tabel, atau mind map membuat proses mengingat menjadi lebih mudah. Hal ini sejalan dengan panduan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mendorong siswa memahami konsep, bukan sekadar menghafal.
Catatan visual membuat materi tampak lebih sederhana dan cepat dipahami saat menjelang ujian. Belajar secara aktif juga termasuk strategi efektif. Misalnya berdiskusi dengan teman, menjawab soal latihan, atau mencoba menjelaskan kembali materi dengan bahasa sendiri.
Menurut beberapa penelitian pendidikan, proses mengulang dan menjelaskan membantu memperkuat memori jangka panjang. Latihan soal juga memberi gambaran bentuk pertanyaan yang mungkin keluar sehingga siswa lebih percaya diri.
Lingkungan belajar pun berperan besar. Pilih tempat yang nyaman, rapi, dan minim distraksi. Matikan notifikasi ponsel selama belajar agar fokus tidak mudah terpecah. Jika memungkinkan, belajar di ruang perpustakaan atau tempat tenang bisa meningkatkan konsentrasi.
Terakhir, jangan lupakan istirahat dan menjaga kesehatan. Otak membutuhkan waktu untuk memulihkan energi, sehingga tidur yang cukup dan makan bergizi akan memengaruhi daya tangkap siswa. (*)

Redaksi Mitrapost.com






