Mitrapost.com – Heboh aksi penganiayaan oleh seorang oknum aparat terhadap pengendara motor di Medan, Sumatera Utara. Diketahui, oknum berinisial Bripda G yang bertugas di Polda Sumatera Utara (Sumut) itu mengalami gangguan kejiwaan.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menyebutkan, Bripda G diketahui menderita skizofrenia sejak 2001. Meski demikian, ia mengklaim, yang bersangkutan belum pernah melakukan tindakan yang berbahaya dan rutin menjalani perawatan.
“Bripda G tidak pernah melakukan tindakan yang membahayakan, selama ini dia aktif melaksanakan tugas sehingga yang bersangkutan tidak dilakukan perawatan,” jelasnya, Kamis (20/11/2025), dikutip CNN Indonesia.
Sebagai informasi, skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan yang bisa memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku, menyebabkan hilangnya kontak dengan realitas.
Sebelumnya, aksi penganiayaan terjadi di depan Mapolda Sumut, Kota Medan, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 12.50 WIB. Bripda G menyerang korban ALP yang melintas menggunakan sepeda motor di lokasi tersebut.
Akibat kejadian tersebut, korban dirawat di rumah sakit karena mengalami luka di tubuhnya. Sementara itu, Bripda G juga sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa untuk mendapatkan penanganan medis.
“Bripda G telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Prof Ildrem. Untuk korbannya berobat sendiri di RS Columbia Asia. Korban mengalami luka di bagian tubuhnya,” kata Ferry.
Sementara itu, dokter spesialis gangguan jiwa di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, dr Superida Sp.Kj mengatakan Bripda G sudah lama menderita skizofrenia paranoid atau gangguan kejiwaan berat.
“Ada beberapa faktor seseorang bisa mengalami Skizofrenia antara lain akibat beban pikiran, faktor ekonomi, tuntutan tugas, faktor keluarga dan lain-lain,” ungkap dia.
Ia menyebut Bripda G mengalami gangguan kejiwaan sejak Tahun 2001. Bripda G diketahui sudah berpisah dengan istrinya, sehingga memperparah kondisinya tersebut.
“Bripda G sudah berpisah dengan istrinya. Mungkin karena gangguan kejiwaan itu yang membuat istrinya pergi sehingga beban Bripda G semakin berat hingga sewaktu-waktu akibat faktor tertentu memicu kejiwaan Brigadir G tergoncang,” paparnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






