Mitrapost.com – Capaian penggunaan layanan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini tercatat telah digunakan oleh sebanyak 57 juta konsumen dan 39 juta merchant yang ada di Indonesia.
Selain itu, layanan QRIS juga disebut telah digunakan di berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Laos, Brunei, Jepang, dan Korea.
Melansir dari Detik Finance, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto, menyebut bahwa keberhasilan ini telah membuat sistem pembayaran di negara lain menjadi panas dingin.
“Itu sudah digunakan oleh 57 juta konsumer Indonesia. Dan ini sudah menunjukkan bahwa penggunaan QRIS ini bisa membuat payment system negara lain panas-dingin,” ucap Airlangga dalam acara Peluncuran Bloomberg Business Week, dikutip Selasa (25/11/2025).
Untuk mendorong pertumbuhan capaian ini, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah tengah melakukan akselerasi dari sektor digital RI, dengan nilai ekonomi yang diproyeksikan mencapai 360 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di tahun 2030 dengan Association of Southeast Asian Nations Digital Economic Framework Agreement (ASEAN DEFA).
Transaksi pembayaran lintas negara seperti QRIS juga telah menjadi salah satu pilar penting guna mendukung digital economic framework yang berperan langsung dalam usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dorongan pengembangan tersebut didapat melalui peran perusahaan rintisan (startup) di Indonesia untuk berfokus pada artificial intelligence (AI), semiconductor, hingga genome sequencing kesehatan. Namun, jumlah startup di Indonesia yang terdaftar baru sekitar 45.
“Ini masih jauh lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain seperti Malaysia sudah 60 lebih startup dan juga kita lihat di Singapura sudah 10 kali lebih tinggi yaitu 495 startup. Nah ini yang harus kita tumbuh dan kembangkan agar startup ini menjadi bagian daripada kebijakan pemerintah dalam akselerasi perekonomian,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






