Pengenalan Energi Terbarukan di Tengah Ramainya Isu Perubahan Iklim

Mitrapost.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan energi global dan isu perubahan iklim, energi terbarukan menjadi salah satu topik penting yang patut diketahui secara lebih dalam.

Hal tersebut dikarenakan jenis energi yang dapat diperbarui secara alami ini dinilai lebih ramah lingkungan hingga berpotensi menggantikan ketergantungan pada penggunaan bahan bakar fosil.

Melansir dari Telkom University, berbagai negara terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di beberapa tahun terakhir untuk menciptakan sistem energi yang lebih bersih serta berkelanjutan. Hal ini terjadi karena berasal dari proses alam yang dapat dipulihkan secara terus-menerus.

Artinya, sumber ini tidak akan habis meskipun digunakan dalam jangka panjang. Energi terbarukan biasanya memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah karena tidak menghasilkan emisi karbon sebesar bahan bakar fosil seperti minyak, gas, atau batu bara.

Pemanfaatan energi terbarukan juga berkontribusi terhadap pengurangan polusi udara, menjaga keberlanjutan ekosistem, serta mendorong penggunaan teknologi yang lebih efisien dan hemat energi.

Jenis-jenis Energi Terbarukan

  1. Energi Surya (Solar Energy)

Energi yang berasal dari cahaya dan panas matahari ini dapat diubah menjadi listrik menggunakan panel surya. Teknologi ini semakin populer karena pemasangannya fleksibel, mulai dari atap rumah hingga instalasi skala besar di ladang panel surya.

  1. Energi Angin (Wind Energy)

Menggunakan turbin angin untuk menghasilkan listrik, energi angin telah berkembang pesat di berbagai negara dengan wilayah dataran tinggi atau pesisir. Selain efisien, teknologi ini menghasilkan polusi yang sangat rendah.

  1. Energi Air (Hydropower)

Diperoleh dari aliran air di sungai atau bendungan, energi air merupakan salah satu sumber energi terbarukan paling stabil. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) menjadi tulang punggung energi bersih di banyak negara berkembang maupun maju.

  1. Energi Biomassa

Biomassa berasal dari bahan organik seperti kayu, limbah pertanian, atau sampah organik. Melalui proses pembakaran atau pengolahan tertentu, biomassa dapat menghasilkan panas atau listrik. Sumber ini dianggap bermanfaat karena dapat mengurangi jumlah limbah.

  1. Energi Panas Bumi (Geothermal)

Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia berkat kondisi geologinya. Energi panas bumi berasal dari panas alami di bawah permukaan bumi dan digunakan untuk pembangkit listrik atau pemanasan.

  1. Energi Laut (Tidal dan Wave Energy)

Gerakan gelombang dan pasang surut laut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Meski teknologinya masih berkembang, energi ini diprediksi menjadi salah satu sumber yang menjanjikan di masa mendatang. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati