Mitrapost.com – Gedung enam lantai Terra Drone di Kamayoran, Jakarta Pusat, yang terbakar kemarin, disebut hanya memiliki satu pintu sebagai akses keluar-masuk. Akses satu-satunya itu berada di lantai dasar yang juga menjadi titik awal kebakaran.
Hal ini diungkap oleh Kabid Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri Kombes Romylus Tamtelahitu. Menurut hasil olah TKP pasca kebakaran, pihaknya hanya menemukan satu akses keluar-masuk gedung melalui pintu di lantai dasar.
“Jika teman-teman melihat, memang tadi sejak siang atau sore hari untuk akses hanya satu ya,” kata dia, Selasa (9/12/2025), dikutip CNN Indonesia.
Selain itu, tangga di gedung tersebut juga memiliki ukuran kecil dan sempit. Jalur evakuasi yang terbatas diduga menyebabkan para korban sulit menyelamatkan diri, bahkan terjebak saat asap tebal memenuhi ruangan.
“Memang itu (dugaan tangga sempit) menjadi salah satu instrumen yang nanti akan kita uji dan kita lakukan pemeriksaan secara forensik,” lanjut dia lagi.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, sebagian korban selamat berhasil dievakuasi melalui rooftop bangunan. Sementara, korban tewas diduga tidak berhasil mencapai lantai teratas karena lemas akibat banyak menghirup asap.
“Rata-rata tadi yang selamat adalah yang menggunakan evakuasi dari lantai rooftop. Mereka naik ke atas kemudian baru nyeberang ke gedung sebelahnya. Nah itu yang bisa diselamatkan,” ucap dia.
Diketahui, kebakaran gedung penyedia layanan pesawat nirawak (drone) itu terjadi pada hari Selasa (9/12/2025) siang, sekitar pukul 12.43 WIB. Operasi pemadaman dimulai pukul 12.50 WIB, dan selesai penanganan pukul 17.30 WIB.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, titik kebakaran bermula terjadi di lantai 1 gedung. Ia menjelaskan bahwa awalnya api kecil, namun akhirnya menjalar dan membakar barang-barang di sekitarnya, seperti kardus-kardus.
“Jadi berdasarkan keterangan para saksi-saksi, memang sumber awal itu adalah di lantai satu,” kata Susatyo.
Ia menyebutkan, dugaan sementara penyebab kebakaran gedung Terra Drone adalah malfungsi baterai drone. Meski demikian, saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pastinya.
“Kalau dari keterangan tadi, memang sementara baru karena baterai ya, baterai dari drone yang terbakar. Namun sebabnya terbakar, saat ini tim labfor masih bekerja,” kata dia lagi. (*)

Redaksi Mitrapost.com






