Pati, Mitrapost.com – Tangkapan ikan laut di Kabupaten Pati telah mencapai 56.845 ton. Data tersebut berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati dari bulan Januari hingga November.
Kepala DKP Kabupaten Pati, Hadi Santoso menyebutkan, meskipun data tangkapan ikan telah mencapai puluhan ribu ton, dia memprediksi hasil di akhir tahun ini turun atau hanya mencapai 60 ribu hingga 65 ribu ton. Sementara, pada tahun 2024, hasil tangkapan ikan di Kabupaten Pati mencapai 88 ribu ton.
“Di akhir bulan Desember nanti itu kami perkirakan hanya sekitar 60.000 sampai 65.000 ton itu menurun dibanding tahun sebelumnya yang tahun 2024 itu sampai 88.000 ton,” ujar Hadi.
Hadi menerangkan, penurunan hasil tangkapan ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari cuaca ekstrem, biaya operasional, dan rehabilitasi TPI I, sehingga kapal-kapal yang biasanya melakukan pembongkaran beralih ke TPI Rembang.
“Dermaga TPI I itu direhabilitasi dibongkar, sebagian itu ada kapal yang bersandar di Rembang,” jelas dia.
Hadi mengungkapkan hasil tangkapan ikan tertinggi berada di bulan Oktober dengan jumlah 8.504 ton, sementara terendah berada di bulan April sejumlah 2.196 ton.
“Bulan Maret itu melonjak, karena di bulan Maret itu kan ada lebaran, kalau musim puasa dan lebaran kapal pasti datang semua, nanti setelah itu baru pergi lagi menurun lagi kemudian paling tinggi di bulan Oktober kemarin,” katanya.
Lebih lanjut, TPI yang sering mencatat hasil tangkapan ikan laut berada di TPI I dan II Bajomulyo, Kecamatan Juwana. Sementara TPI yang lain hanya sedikit, dikarenakan kapal yang dipergunakan untuk menangkap ikan dibawah 10 GT.
“Kalau TPI II itu totalnya itu ada sekitar 40.000 ton, kemudian TPI I ada 15.000 ton. Kemudian yang di lainnya memang kecil-kecil karena perahu atau kapalnya di bawah 10 GT, di Banyutowo sama Puncel,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






