Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 hari ini, Senin (29/12/2025), ditutup di zona hijau pada angka Rp8.612 atau naik 82,88 poin atau 0,97%.
Hal ini dipengaruhi oleh volume perdagangan yang cukup ramai dengan ratusan saham menguat, sehingga hal ini menandakan sentimen positif di awal hari. Adapun harga beberapa saham diperkirakan naik pada Selasa (30/12/2025).
Berikut kami rangkum beberapa harga saham di Bursa Efek Indonesia yang berpotensi mengalami kenaikan pada esok hari, ditinjau dari analisis fundamental dan teknikal, beserta risikonya. Untuk lebih lengkapnya, simak selengkapnya berikut ini!
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk
Harga saham BBRI pada sesi 1 hari ini di angka Rp3.780, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 2% sampai 6% atau antara Rp3.900 – Rp4.100.
Berdasarkan analisis fundamental, bank blue-chip dengan basis kredit mikro/UMKM cenderung stabil dan berpotensi mengalami pertumbuhan kredit. Saham ini juga menjadi instrumen favorit investor menjelang akhir tahun karena dinilai ‘lebih aman’.
Sementara, menurut teknikalnya, harga saham diperkirakan mengalami rebound setelah support jangka pendek membuat harga memantul naik setelah sebelumnya melemah. Selain itu, volume perdagangan menguat di akhir Desember, berpotensi kelanjutan tren kenaikan.
Meski demikian, Anda diminta waspada terhadap risiko sensitif terhadap perubahan suku bunga dan NPL atau rasio kredit macet, yakni potensi pinjaman debitur gagal bayar atau terlambat membayar pokok dan bunganya selama periode tertentu.
BBCA – PT Bank Central Asia, Tbk
Harga saham BBCA pada sesi 1 hari ini di angka Rp7.975, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 1.5% sampai 4% atau antara Rp8.100 – Rp8.400.
Berdasarkan analisis fundamental, BBCA termasuk bank blue-chip dengan rasio likuiditas dan profitabilitas yang baik.
Harga bergerak sideways (mendatar), tetapi masih dalam range yang dapat dimanfaatkan buy on dip atau strategi membeli aset saat harga turun, namun berpotensi mengalami kenaikan di kemudian hari.
Meski demikian, Anda diminta waspada terhadap valuasi relatif tinggi yang meningkatkan risiko profit-taking.
TLKM – PT Telkom Indonesia, Tbk
Harga saham TLKM pada sesi 1 hari ini di angka 3.490, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 2% sampai 5% atau antara Rp3.600 – Rp3.700.
Berdasarkan analisis fundamental, hal ini dipengaruhi oleh permintaan data dan layanan digital masih tinggi. Selain itu, volume perdagangan saham tinggi menunjukkan adanya minat beli saat harga turun, serta setup kenaikan teknikal mendukung.
Meski demikian, sentimen global maupun kebijakan telekomunikasi bisa mempengaruhi harga.
UNVR – PT Unilever Indonesia, Tbk
Harga saham TLKM pada sesi 1 hari ini di angka Rp2.590, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 1.5% sampai 4% atau antara Rp2.600 — Rp2.700.
Perusahaan sektor konsumer defensif cenderung tahan banting terhadap gejolak pasar. Perusahaan yang menjual produk makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga permintaannya stabil dan tetap dibutuhkan meski kondisi ekonomi buruk.
Secara teknikal, harganya bergerak sideways dengan range kecil, sehingga cocok untuk range trading pendek. Meski demikian, volatilitas rendah, sehingga target risiko/imbal hasil kecil.
ASII – PT Astra International, Tbk
Harga saham ASII pada sesi 1 hari ini di angka Rp6.650, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 3% sampai 7% atau antara Rp6.800 – Rp7.100.
Astra International yang memiliki diversifikasi bisnis kuat, seperti otomotif, alat berat, dan jasa keuangan, memikiki indikator fundamental stabil dengan dividen yield menarik. Selain itu, harga mendekati support kuat, sehingga potensi reversal sebelum akhir tahun.
Namun, tetap waspada terhadap risiko sensitif terhadap data penjualan otomotif/ekonomi makro domestik. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com




