Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 tanggal 5 Januari 2026 menutup di angka 8.804,84 dengan penguatan sebesar 56,71 point atau 0,65 persen. Tren pasar awal tahun cenderung positif, didukung optimisme pasar global dan domestik yang konsisten.
Bagi Anda yang ingin berinvestasi saham, berikut kami rangkum 5 saham listing Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berpotensi mengalami kenaikan harga pada Selasa (6/1/2026) berdasarkan analisis fundamental dan teknikal!
BBCA – PT Bank Central Asia, Tbk
Harga saham BBCA pada sesi 1 hari ini di angka Rp8.025, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 2% sampai 4,5% atau antara Rp8.200 – Rp8.400.
Berdasarkan analisis fundamental, BBCA merupakan perusahaan blue-chip bank terbesar di Indonesia dengan modal kuat dan bisnis yang stabil. Selain itu, tingkat likuiditasnya tinggi, sehingga menarik bagi investor karena mudah diperdagangkan dan harganya stabil.
Sementara, menurut teknikalnya menunjukkan tren bullish atau naik secara konsisten, jika IHSG tetap di atas level support teknikal awal tahun. Harga saham juga sering menguat setelah fase konsolidasi pendek. Namun, volatilitas mungkin terbatas jika aksi profit-taking muncul setelah kenaikan signifikan.
BUMI – PT Bumi Resources, Tbk
Harga saham BUMI pada sesi 1 hari ini di angka Rp462, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 4% sampai 9% atau antara Rp8.200 – Rp8.400.
Menurut analisis fundamental, emiten di sektor energi sering bergerak kuat saat sentimen komoditas positif di awal tahun, didukung dengan konsistensi permintaan global.
Saham ini termasuk di antara yang sering memimpin pergerakan kenaikan besar di ‘papan tengah’ atau berada di kapitalisasi menengah. Selain itu, breakout hari sebelumnya memberi momentum pasar terhadap potensi minat beli.
Meski demikian, penting diwaspadai karena volatilitas tinggi terhadap harga energi global dan sentimen geopolitik.
HRUM – PT Harum Energy, Tbk
Harga saham BUMI pada sesi 1 hari ini di angka Rp1.085, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 3,5% sampai 8% atau antara Rp1.100 – Rp1.200.
Menurut analisis fundamental, emiten sektor energi cenderung memiliki sentimen positif di awal tahun. Selain itu, permintaan energi yang masih kuat bisa jadi katalis untuk mendorong minat beli saham.
Area support teknikal jangka pendek juga menunjukkan breakout (mencapai harga level penting) sebelum potensi rally atau saat saham mengalami kenaikan. Namun, harga komoditas yang bergerak turun cepat bisa memicu koreksi.
IMPC – IMPC Group
Harga saham BUMI pada sesi 1 hari ini di angka Rp3.930, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 3% sampai 7% atau antara Rp4.000 – Rp 4.200.
Fundamentalnya, sektor konsumer dan industri yang stabil di awal tahun memungkinkan permintaan produk tetap kuat. Selain itu, perusahaan yang bergerak di ritel dan distribusi barang konsumer cenderung mendapat di perhatian awal tahun.
Teknikalnya, harga bisa menguat jika breakout dari level resistensi teknikal jangka pendek. Namun, perlu diwaspadai karena volatilitas pada saham ‘papan menengah’ sering lebih tinggi.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk
Harga saham BUMI pada sesi 1 hari ini di angka Rp3.660, dan diperkirakan mengalami kenaikan berkisar antara 3% sampai 7% atau antara Rp.3.800 – Rp3.900.
BBRI merupakan emiten bank terbesar lainnya di Indonesia dengan basis kredit yang luas. Kinerja perbankan menguat jika data makro domestik positif. Selain itu, area teknikalnya sering menguat di awal minggu jika IHSG bullish atau naik secara konsisten secara umum.
Namun, sektor ini rentan terhadap perubahan suku bunga dan kondisi ekonomi domestik. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






