Mitrapost.com – Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk (UNVR), Benjie Yap, mengaku pihaknya telah menandatangi kesepakatan penjualan bisnis teh SariWangi yang sudah dioperasikan selama lebih dari tiga dekade dengan nilai transaksi sebesar Rp1,5 triliun.
Melansir dari IDN Financials, Sekretaris Perusahaan UNVR, Padwestiana Kristanti, mengatakan bahwa pihak pembeli dalam transaksi tersebut adalah PT Savoria Kreasi Rasa yang merupakan anak perusahaan dari Djarum Group dengan pergerakan di bidang Food & Beverages (F&B).
Dalam hal ini, transaksi penandatanganan perjanjian pengalihan bisnis tersebut telah disepakati secara resmi pada 6 Januari 2026. Menurut Benjie, langkah itu diambil demi mendukung pertumbuhan bisnis perseroan di masa mendatang.
“Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi,” jelas Benjie dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (08/01/2026).
Beberapa hal yang perlu diketahui, di antaranya UNVR telah mengakuisisi SariWangi sejak 1989 dan menjadikannya sebagai produk teh celup andalan di Indonesia. Kini, bisnis tersebut diserahkan oleh perusahaan dengan sejumlah produk yang telah dihasilkan, seperti permen POLO, FOX, Nestea, snack Crunch, dan Kopi Tubruk Gadjah.
Perhitungan divestasi bisnis SariWangi ini akan ditargetkan rampung pada semester pertama 2026. Bagi UNVR, harga saham pada pembukaan perdagangan hari ini berada pada level Rp2.620,00. (*)

Redaksi Mitrapost.com






