Mitrapost.com – Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Eka Chandra Buana menyampaikan bahwa pemerintah mulai menggeser arah belanja negara agar tidak sekadar habis untuk konsumsi jangka pendek.
Dalam hal ini, fokus baru diarahkan pada sejumlah program seperti Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), berdasar pada penilaiannya yang memiliki daya ungkit ekonomi dan sosial tinggi.
“Transformasi belanja negara diarahkan kepada program leverage effect (daya ungkit) tinggi seperti Danantara dan MBG agar belanja fiskal tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga bisa menghasilkan dampak ekonomi sosial yang terukur,” jelas Eka, dikutip dari KompasTV, Selasa (13/01/2026).
Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pemerintah mulai menetapkan Danantara dan MBG sebagai program unggulan atau flagship, khusunya yang ada dalam sektor pendidikan dan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Danantara diposisikan sebagai pendorong investasi berkualitas dengan efek berganda tinggi, sementara MBG dipandang menjadi proyek jangka panjang lintas generasi. Keduanya diyakini akan terasa kuat dalam jangka panjang, meski dampaknya secara ekonomi tidak instan.
“Dalam memastikan realokasi tersebut, optimalisasi Danantara dan MBG benar-benar harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga diperlukan alat analisis yang mampu melihat lintas generasi,” ucapnya.
Untuk itu, penerapan model Overlapping Generation (OG) untuk Indonesia menjadi sangat relevan, sebagai bentuk analisa dampak kebijakan fiskal dan investasi terhadap berbagai kelompok usia, baik yang sudah melampaui produktif maupun bagi generasi mendatang. (*)

Redaksi Mitrapost.com






