Kepala Dispermades Pati Akui Sempat Diperiksa KPK di Polsek Sumber Rembang

Pati, Mitrapost.com Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Haryama mengaku sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan pengisian perangkat desa di wilayahnya.

Diketahui pemeriksaan itu dilaksanakan di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang, Senin (19/01/2026).

“Kemarin memang diundang oleh penyidik KPK, kebetulan saya diundang di Polsek Sumber, sedangkan saya ditanya tentang pengisian perangkat,” ujar Tri Haryama.

Pemeriksaan oleh KPK dilakukan selama lima jam dengan pertanyaan seputar pengisian perangkat desa dan regulasinya.

“Seputar pengisian perangkat, kemudian seputar apabila bulan Juli mengisi proses perangkat desa, berarti yang Maret atau April regulasi berjalan,” jelasnya.

Tri juga mengaku bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana melakukan pengisian perangkat desa tahun ini. Diketahui, Bupati Pati Sudewo telah menganggarkan Siltap selama enam bulan dalam APBD 2026.

“Kalau berdasarkan APBD Kabupaten Pati memang di dalam APBD untuk penganggaran Siltap disediakan oleh Pak Bupati enam bulan mulai Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember,” ujarnya.

“Artinya, kalau memang beliau Pak Bupati mengisi perangkat, berarti prosesnya H-2 bulan atau tiga bulan,” dia melanjutkan.

Meski sudah ada rencana pengisian perangkat desa, Haryama mengaku bahwa hingga saat ini belum ada regulasi. Selain itu, dia juga menyebutkan adanya kekosongan perangkat desa di Kabupaten Pati, jumlahnya bahkan mencapai 615 formasi.

“Kalau dari sudut pandang Dispermades sepanjang belum ada desa melalui camat mengajukan ke Bupati, Dispermades baru saya proses. Tapi sampai saat ini per tanggal 20 belum ada,” katanya.

Lebih lanjut, pemeriksaan KPK tidak dilakukan terhadap dirinya saja. Ia mengaku ada empat camat lainnya yang diperiksa di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang.

“Ada beberapa, Camat Margorejo, Camat Jaken, Camat Jakenan, dan Camat Batangan. Kepala Desa Jaken, ada empat kepala Desa, kemudian Jakenan satu kepala desa,” ucapnya.

Disinggung mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK terhadap Bupati Pati Sudewo, pihaknya mengaku tidak mengetahui.

“Makanya, kemarin ada OTT pengisian perangkat desa, saya malah tidak tahu,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati