Mitrapost.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut adanya pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil, yang didasarkan pada arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.
Berdasar pada tujuan penghidupan kembali perusahaan negara di sektor padat karya seperti tekstil, pihak Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia) menyuntikkan dana modal senilai 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp101 triliun.
“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Sehingga pendanaan 6 miliar dolar AS nanti akan disiapkan oleh Danantara,” jelas Airlangga, dikutip dari BBC, Kamis (22/01/2026).
Airlangga juga menyebut alasan lain dari pembentukan BUMN tekstil ini, di antaranya berupa peningkatan ketahanan domestik terhadap tarif resiprokal (timbal balik atau pajak impor guna menyamakan tingkat proteksi dagang) dari AS.
Kemudian, pemerintah tercatat sudah membuat roadmap atau panduan strategis untuk peningkatan ekspor tekstil dengan meningkatkan target dari yang semula hanya 4 miliar AS menjadi hingga 40 miliar AS dalam kurun waktu 10 tahun.
Sementara, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menanggapi inisiasi pembentukan BUMN tekstil dengan menyiapkan sejumlah opsi, di antaranya adalah pendirian entitas baru, penguatan perusahaan yang sudah ada, hingga kerja sama dengan para investor strategis.
“Seperti yang kita lakukan misalnya di perusahaan-perusahaan BUMN lainnya, yang memang perlu mendapatkan penyehatan secara keseluruhan. Tidak hanya dari permodalan saja, tapi juga marketnya, dari offtakernya dan lain-lain. Jadi kita terbuka untuk itu,” ucap Rosan. (*)

Redaksi Mitrapost.com






