Pati, Mitrapost.com – Petani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pasrah melihat tanaman padi yang baru berusia 25 hari terendam banjir.
Hal itu dirasakan oleh salah satu petani padi di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus bernama Rukin (70). Banjir mulai merendam lahan pertanian padi miliknya sejak Minggu (11/01/2026).
“Banjir di sini mulai hari Minggu (11/01/2026). Kalau lahannya sudah terendam. Lahannya tiga kotak. Umur tanaman padi yang baru ditanam sekitar 25 hari,” kata Rukin.
Karena kondisi banjir ini, Rukin mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp5 juta. Pihaknya mengatakan, akan mulai menanam kembali jika banjir telah surut.
“Nanti ya mulai dari awal lagi, tanaman habis, kerugian lebih dari Rp5 juta,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari, Sudiman menyebut, luas lahan sawah untuk pertanian padi di wilayahnya ada 97 hektar. Namun, lahan pertanian padi yang terendam banjir ada 35 hektar dengan total kerugian Rp100 juta.
“Persawahan itu 97 hektar yang ditanami ada 35 hektar. Kerugian kira-kira Rp100 juta itu ada 35 hektar dan itu sudah tanam umur 20 sampai 30 hari,” ujar Sudiman.
Menurutnya, bencana banjir di Desa Banjarsari ini diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi. Disamping itu, disebabkan luapan Sungai Silugonggo.
“Bencana banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Silugonggo dan air yang dari atas itu antara Gunungpanti, Godo, Sinomwidodo itu sangat deras sekali sehingga itu menyebabkan banjir lumpur,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati, ada 7.355 hektar lahan sawah yang terendam banjir dengan nilai kerugian Rp301 miliar. (*)

Wartawan Mitrapost.com






