Pati, Mitrapost.com – Warga Desa Blaru, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati melakukan penambalan darurat jalan berlubang yang membahayakan penggunaan jalan. Penambalan itu dilakukan di Jalan Pati-Sukolilo tepatnya di Desa Blaru pada Rabu (11/02/2026).
Salah satu warga Desa Blaru, Dedy Gunawan mengatakan bahwa penambalan darurat secara swadaya itu dilakukan karena kerusakan jalan tersebut tidak kunjung ditangani. Biaya yang dibutuhkan untuk penambalan itu mencapai Rp7 juta.
“Kami melakukan penambalan secara mandiri ada batu termasuk viskos dan lain sebagainya kami siapkan mandiri alat-alat kami siapkan secara mandiri,” jelas Dedy ditemui di lokasi, Rabu siang.
Dia mengatakan, kondisi jalan berlubang ini dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Ia bercerita, belum lama ini temannya mengalami kecelakaan di jalan tersebut saat menghindari lubang.
“Kami marah karena banyak korban, ada teman saya yang sudah meninggal dunia gara-gara lubang. Menghindari, kemudian dia jatuh tertabrak truk,” ujarnya.
Pihaknya meminta pemerintah agar tidak abai dalam proses perbaikan jalan itu.
“Kalau memang masuk jalan Jawa Tengah kenapa diabaikan. Jadi pemerintah abai, pemerintah lalai,” katanya.
Sementara itu, warga lain bernama Kusharyanto mengatakan bahwa kondisi jalan berlubang Pati-Sukolilo turut Desa Blaru itu sudah ada sejak awal Januari. Bahkan kondisi jalan tersebut juga seringkali mengakibatkan kemacetan.
“Di sini juga sering macet, macet ini karena menghindari ini lubang,” jelas Kusharyanto.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Riyoso mengatakan bahwa jalan Pati-Sukolilo turut Desa Blaru tersebut telah masuk jalan kabupaten. Hal itu berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 622/11 Tahun 2022 dan 622.32 tahun 2024.
Pihaknya juga langsung melakukan base course usai mendapat informasi adanya penambalan jalan dengan swadaya. Pihaknya juga berencana melakukan penambalan menggunakan aspal hotmix. Terkait waktunya, pihaknya belum bisa memastikan.
“Rencana besok kalo hotmix sudah produksi ditambal aspal, hari ini tadi hotmix masih belum produksi,” ujar Riyoso. (*)

Wartawan Mitrapost.com






