5 Saham Potensial untuk Scalping di Awal Minggu, Apa Saja?

Mitrapost.com Selama seminggu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) didukung aksi beli asing dan indeks likuiditas tinggi. Meski demikian, IHSG sempat mengalami pelemahan pada akhir minggu karena aksi jual dan profit taking setelah rally sebelumnya.

IHSG turun sekitar 1,37 % dalam seminggu terakhir dan ditutup di level 8.951 pada Jumat (23/1/2026). Meski sempat mengalami pelemahan, kondisi IHSG relatif cocok untuk scalping pada 26 Januari 2026 dengan beberapa catatan.

Metode scalping berpotensi jika volatilitas intraday masih tinggi, sehingga entry and exit cepat. Selain itu, gerakan harga bolak-balik (rebound/reversal) dalam range jelas dan tren jangka pendek tidak terlalu tegas atau banyak micro trend.

Trader juga membutuhkan disiplin stop-loss, serta memantau berita global dan indeks makro untuk mengetahui sentimen domestik dan global. Berikut ini, kami rangkum 5 saham listing BEI yang berpotensi untuk scalping pada 26 Januari 2026!

PTRO – PT Petrosea, Tbk

PTRO berpotensi untuk trading jangka pendek karena volume perdagangan sering tinggi dan fluktuatif intraday, sehingga entry & exit cepat. Sering terlibat dalam Unusual Market Activity (UMA), menunjukkan pergerakan yang tajam dan sering tanpa pola panjang.

Selain itu, harga cenderung membentuk range trading yang bisa dimanfaatkan scalper, serta indikator momentum intraday sering cepat bergerak (MACD, RSI) saat pasar aktif. Rekomendasi stop-loss intraday 2–3% di bawah pivot point harian.

BUVA – PT Bukit Uluwatu Villa, Tbk

Volatilitas sangat tinggi, harga sering membentuk level support dan resistance jelas, serta sering breakout dan pullback cepat. Tentukan stop-loss lebih ketat sebesar 2% di bawah support intraday karena pergerakan bisa liar.

Meski demikian, fundamental kurang stabil. Banyak pelaku pasar masuk karena sentimen dan bandarnya agresif. Memunculkan risiko manipulasi, sehingga false breakout sering terjadi. Saat kenaikan harga, bisa berubah jadi sell-off cepat.

AMMN – PT Amman Mineral Internasional, Tbk

Perusahaan big-cap dengan fundamental lebih stabil, serta sering likuid di sesi awal perdagangan. Selain itu, volume perdagangan tinggi, sehingga mudah exit cepat. Tetapkan stop-loss 1,5–2% di bawah support intraday. Namun, walau saham perusahaan besar, tetap bisa koreksi cepat bila ada sentimen global negatif.

ARCI – PT Archi Indonesia, Tbk

Volatilitas intraday di atas rata-rata dibanding saham big-cap lain, tetapi masih potensial untuk scalping. Ini karena indikator moving average dan oscillator menunjang momentum bullish jangka pendek. Harga emas global dan prospek fundamental jangka panjang tetap stabil. Tetapkan stop-loss 2% di bawah pivot harian atau support intraday.

VKTR – PT VKTR Teknologi Mobilitas, Tbk

Sektor growth/EV sering mengalami lonjakan intraday saat berita rilis. Harganya sering fluktuatif dalam satu hari, sehingga ideal untuk scalping momentum cepat. Meski prospek jangka panjang menarik, tapi laba masih naik-turun. EPS dan laba bersih belum stabil, sehingga berita buruk bisa memicu sell-off. Terapkan stop-loss 2–2,5% di bawah pivot intraday karena volatilitas sektor. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati