Mitrapost.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti maraknya perumahan di Jabar yang terendam banjir akibat dari pengembang ataupun developer yang tidak bertanggung jawab.
Dalam laporan yang banyak diterimanya, sejumlah warga mengaku membeli rumah berdasar pada klaim perumahan bebas banjir. Namun setelah ditempati, mereka justru mengalami kondisi banjir parah yang melanda kediaman mereka.
Setelah sebelumnya memperingatkan para pengembang untuk turun langsung mengunjungi lokasi perumahan yang terdampak, KDM kini mengambil langkah tegas berupa penindakan bagi mereka yang terbukti tidak bertanggung jawab.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersikap tegas pada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya yang kemudian mendapat pasar yang relatif baik dengan janji kawasannya nyaman, kawasan bebas banjir, dan sejenisnya. Tapi faktanya tidak sesuai dengan harapan,” jelas KDM dalam unggahan di akun resmi Instagramnya, @dedimulyadi71, dikutip dari Detik, Senin (26/01/2026).
Kemudian, Pemprov Jabar juga akan melakukan normalisasi dan pelebaran sungai, pembongkaran bangunan yang ada di bantaran sungai, serta penertiban tata ruang dan alih fungsi lahan di daerahnya.
Harapannya, tindakan tersebut dapat menghilangkan kasus pembangunan perumahan yang berada di atas lahan persawahan, perkebunan, rawa, maupun bantaran sungai.
“Selanjutnya, para bupati dan walikota melakukan tindakan yang sama dengan mengubah tata ruang, dengan tidak lagi membuka area-area yang peruntukkan untuk kawasan perkebunan, kawasan hutan, kawasan persawahan, kawasan rawa, bantaran sungai dijadikan area permukiman warga,” ucapnya.
Selanjutnya, KDM juga mengajukan usulan terkait dengan peralihan pembangunan rumah vertikal seperti apartemen di sejumlah daerah yang padat penduduk di Jabar, seperti Bogor, Bandung Raya, Bekasi dan Depok. Menurutnya, model hunian tersebut dinilai lebih aman terhindar dari masalah banjir, daripada rumah tapak.
“Tidak ada pilihan lain selain rumah vertikal, apartemen, karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu,” katanya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






