Pati, Mitrapost.com – Curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai menyebabkan banjir menerjang wilayah Kabupaten Pati. Banjir ini juga berdampak terhadap lahan pertanian padi, salah satunya di desa Widorokandang, Kecamatan Pati.
Banjir diketahui sempat menggenangi permukiman, dan saat ini sudah mulai surut. Akan tetapi, penderitaan warga tidak berhenti di sana saja. Dampak banjir juga dirasakan oleh para petani yang lahannya terendam banjir, termasuk Sumari asal Dukuh Cangkring, Desa Widorokandang.
Sumari mengatakan, sudah dua minggu banjir merendam lahan padinya. Padahal, masa panen padi miliknya kurang dari 10 hari. Tetapi, karena banjir, dia terancam mengalami gagal panen, sehingga dia bersama istrinya harus memanen menggunakan alat seadanya.
“Lahan sawah terendam banjir sudah dua Minggu. Padi ini sudah siap panen kurang 10 hari ini ada banjir terus gagal panen,” kata Sumari ditemui di lokasi, Rabu (28/01/2026).
Dia menyebut, kerugian yang dialami mencapai kurang lebih Rp35 juta. Dengan kondisi ini, Sumari berharap kepada pemerintah kabupaten untuk bisa membantu petani yang lahannya terendam banjir, bahkan mengalami gagal panen.
“Rp35 juta ada kerugian, itu belum ongkos untuk beli pupuk dan lain-lain. Harapannya ada bantuan untuk bisa membantu petani untuk tanaman kembali,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati per hari Selasa, 27 Januari 2026, seluas 4.475 hektar lahan sawah masih terendam. (*)

Wartawan Mitrapost.com






