Malu Ketahuan Mengambil Uang di Sekolah, Siswi MTs di Pontianak Gantung Diri

Mitrapost.com Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi pembaca. Jika pembaca mempunyai kecenderungan untuk bunuh diri maka segeralah untuk komunikasi dengan keluarga, psikolog, dan psikiater.

Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) di Pontianak, Kalimantan Barat, nekat gantung diri usai ketahuan mengambil uang di sekolah. Ia disebut melakukan tindakan tersebut karena tak sanggup menanggung malu.

Ia ditemukan tak bernyawa pada Kamis (22/1/2026) pagi di rumah dalam posisi sudah tergantung. Perbuatannya itu dilakukan sehari setelah menjalani pemeriksaan oleh gurunya karena diduga mengambil uang temannya sebesar Rp200 ribu.

Hal itu diketahui berdasarkan rekaman CCTV di sekolahnya saat dia sedang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Palang Merah Remaja (PMR). Sementara, uang yang diambilnya tersebut digunakan untuk membelikan hadiah kepada ibunya.

“Wali kelasnya, Pak Daeng Bustami bertanya ke almarhumah, kenapa melakukan ini. Katanya ada keperluan sesuatu. Pada akhirnya, korban menyampaikan bahwa uang tersebut ada di rumah,” jelas Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) pada Kantor Kemenag Kota Pontianak Aris Sujarwono, Kamis (29/1/2026), dikutip Detik.

“Kalau boleh saya sampaikan, almarhumah ingin membelikan kado untuk ibunya. Sedih saya mendengarnya,” lanjut dia.

Setelah dimintai keterangan wali kelas, situasi kembali normal dan korban sempat bermain dengan teman-temannya seperti sebelumnya. Menurutnya, tidak ada indikasi perundungan (bullying) di sekolahnya.

“Tidak ada kata-kata kasar atau tekanan, hanya bahasa sehari-hari anak-anak Gen Z di Pontianak. Seperti: ngape kau ambek, kan bise kau cicil pakai duit jajan (kenapa kamu mengambil, kan bisa dicicl pakai uang jajan). Terus, tidak ada bahasa: kau curi keh? (kamu mencuri, kan?) Begitulah kira-kira,” beber Aris.

Kemudian, pada Rabu (21/6/2026) malam, korban menceritakan kejadian di sekolah pada ibunya. Menurut keterangan ibunya, korban merasa malu dan tidak mau ke sekolah besok harinya. Hingga, kemudian, korban ditemukan bunuh diri keesokan harinya.

“Pada malam hari, almarhumah mengakhiri hidupnya,” jelas Aris.

Selain itu, korban juga meninggalkan surat yang berisi ungkapan terima kasih kepada orang tuanya, meminta maaf, dan menyatakan tidak menyalahkan siapa pun, serta berharap kejadian ini tidak dilaporkan ke pihak kepolisian. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati