Mitrapost.com – Laporan terakhir sebelum hari ini, Senin (2/2/2026) menunjukkan bahwa IHSG menguat pada 30 Januari setelah penurunan tajam selama beberapa hari sebelumnya. Ini menunjukkan adanya aksi rebound awal.
Meski demikian, kondisi pasar jangka pendek masih tidak jelas atau volatile karena tekanan dari sentimen negatif global dan domestik. Dengan ini, pasar masih dalam fase konsolidasi setelah koreksi besar atau bukan tren naik yang kuat.
Bagi trader yang ingin melakukan scalping, kemungkinan mendapatkan untung tipis masih ada dengan beberapa catatan. Scalping cocok jika volatilitas masih tinggi dan range (harga tertinggi dan terendah) intraday lebar. Scalping juga cocok di saham big cap yang likuid.
PT Petrosea, Tbk (PTRO)
Likuiditas PTRO tergolong cukup aktif dengan rata-rata volume perdagangan harian besar di pasar reguler, sehingga eksekusi entry/exit scalping lebih mudah dibanding saham mikro. Sementara itu, indikator teknikalnya menunjukkan masih berpotensi untuk scalping.
Kondisi teknikal harian menunjukkan tren tekanan jual masih dominan. RSI sangat rendah, memungkinkan oversold dan sering memicu rebound teknikal kecil. Meski tren turun, volatilitas intraday kadang tinggi (rentang harga harian lebar), menciptakan peluang micro reversal atau bounce kecil untuk scalping.
PT Impack Pratama Industri, Tbk (IMPC)
Kode saham IMPC berpotensi untuk scalping pada range intraday dan momentum koreksi harga sementara saat harga berlawanan arah (retracement), tapi perlu filter sinyal dan stop loss ketat.
Kode saham IMPC masuk saham yang sering dipantau analis dan masuk portofolio reksadana, sehingga menunjang likuiditas cukup tinggi dibanding saham kapitalisasi kecil.
MA menunjukkan lebih banyak sinyal Sell, namun MACD memberi sinyal Buy jangka pendek, sementara RSI netral. Volatilitasnya cocok untuk scalping.
PT RMK Energy, Tbk (RMKE)
Volume saham RMKE secara agresif naik dan likuiditas intraday membesar dibanding saham kecil lainnya. Fokus pada pembalikan teknikal intraday dari level oversold, bukan mengikuti arah trend besar.
Semua MA penting menunjukkan Sell kuat dan MACD juga negatif besar, menunjukkan momentum bearish dominan. RSI sangat oversold, artinya kemungkinan bounce teknikal kecil. Volatilitas besar relatif terjaga, meskipun trend turun kuat, namun bagus untuk scalping bounce-back kecil di volume tinggi.
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)
BULL termasuk dalam daftar saham dengan volume perdagangan tinggi di Indonesia, menunjukkan likuiditas memadai untuk scalping saham. Cocok di saat volume sesi penuh, tetapi hati-hati di jam sepi karena spread bisa meningkat. Volatilitas mid-level, memberi peluang scalping pada breakout kecil dalam sesi.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
ARCI termasuk saham high-volume di IDX, sehingga masuk daftar yang paling aktif diperdagangkan. Aksi cocok saat menunjukkan reaksi cepat terhadap momentum breakout intraday, terutama saat ada berita emas.
Moving Averages secara keseluruhan cenderung buy, MACD menunjukkan sinyal positif, sedangkan beberapa sinyal divergen netral. Setup momentum intraday ini bisa dimanfaatkan scalper. Volatilitas moderat tinggi yang berguna untuk scalping saat ada reaksi terhadap berita harga emas atau IHSG. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com



