Mitrapost.com – Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi pembaca. Jika pembaca mempunyai kecenderungan untuk bunuh diri maka segeralah untuk komunikasi dengan keluarga, psikolog, dan psikiater.
Seorang anggota di Polda Sulawesi Barat (Sulbar) inisial Briptu F nekat mengakhiri hidup karena putus cinta. Korban ditemukan gantung diri di rumahnya berlokasi Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Mamuju pada Selasa (3/2/2026) pagi.
Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir mengatakan, korban diduga merasa kecewa karena hubungan cintanya yang telah berjalan lima tahun tidak direstui masing-masing orang tua karena berbeda agama.
“Jadi sudah pacaran 5 tahun tapi tidak direstui oleh masing-masing orang tua, beda agama,” ujar dia, Rabu (4/2/2026), dilansir Detik.
Pada Senin (2/2/2026) malam, Briptu F mengundang kedua sepupunya untuk menghibur diri dan bernyanyi bersama di rumah kebun, hingga salah satu sepupunya pulang. Sekitar pukul 23.00 WITA, korban berkata kepada sepupunya yang lain ingin beristirahat di kamar.
Sepupunya yang masih tinggal untuk bernyanyi, mendengar korban sempat berkomunikasi dengan kekasihnya lewat telepon. Namun, tak lama kemudian, terjadi perdebatan antara korban dan kekasihnya tersebut di telepon.
“Pas di kamar itu, sepupunya ini dengar dari speaker kalau korban teleponan dengan pacarnya dan sempat bilang ‘tidak ada gunanya hidup kalau tidak samaki’,” terang Herman.
Pagi harinya, saksi hendak membangunkan korban supaya berangkat kerja, namun tidak mendapat respons dari dalam kamar. Akhirnya, dia masuk ke dalam kamar dan sudah menemukan korban dalam posisi leher terlilit tali.
Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ada tanda penganiayaan atau kekerasan di jenazah korban. Selain itu, sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan, termasuk kekasihnya yang sempat bertelepon dengan korban.
“Jadi ada 6 saksi yang dimintai keterangan juga menyampaikan pernah mendengar ucapan korban yang itu ‘tidak ada gunanya hidup kalau tidak sama pacarnya’,” kata Herman.
“Pacarnya juga sudah dimintai keterangan dan dia rekam waktu teleponan (terakhir) itu,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






