Mitrapost.com – Kasus bunuh diri anak sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapatkan atensi dari Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Ia menyampaikan rasa prihatin dan duka atas kejadian tersebut. Menurutnya, kasus ini perlu menjadi atensi bersama.
“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” ujarnya dilansir dari Detik.
Berkaca dari kasus tersebut, Gus Ipul menilai perlu ada pendampingan bagi keluarga yang tidak mampu.
“Ya tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” jelasnya.
Oleh karena itu, penguatan data penting karena menjadi dasar agar pemerintah dapat melakukan rehabilitasi bagi keluarga yang memerlukan pemberdayaan.
“Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan. Ya, jadi itu sampai di situ dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.
Pihaknya sendiri mengaku belum mengetahui detail kasus tersebut. Sehingga pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Saya belum tahu, nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya,” jelasnya.
Sebelumnya, bocah laki-laki berusia 10 tahun berinisial YBR tewas gantung diri di pohon cengkeh yang berada di kebun neneknya. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/1/2026).
“Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter,” ujar Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage. (*)

Redaksi Mitrapost.com






