Mitrapost.com – Belasan pelajar berusia 15 hingga 17 tahun di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), keracunan usai pesta minuman keras (miras) oplosan. Dari 13 korban tersebut, dua di antaranya meninggal dunia, yakni inisial WA (16) dan SA (17).
Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran turut mengonfirmasi peristiwa tersebut. Pada Selasa (3/2/2026) siang, para pelajar mencampur berbagai macam bahan, mulai dari air mineral, minuman berenergi, susu kental manis, dengan spirtus.
“Iya benar, ada 13 remaja diduga telah meminum cairan spiritus bersama temannya. Korban semuanya pelajar,” kata dia, Jumat (6/2/2026), dikutip CNN Indonesia.
“Mulanya, salah satu korban membeli 1 botol spiritus, air mineral dan minuman berenergi serta kental manis. Kemudian dibawa ke belakang sekolah, lalu dioplos dan diminum para korban,” lanjut dia.
Tak berhenti di sana, sembilan orang di antaranya kembali mengoplos minuman di Dermaga Batu, Pulau Sapuka, sekitar jam 20.00 WITA.
“Minuman tersebut kemudian diracik kembali di dermaga batu Pulau Sapuka dan diminum bersama oleh sekitar sembilan orang hingga pukul 22.30 WITA,” katanya.
Para korban mulai merasakan gejala keracunan miras oplosan pada Kamis (5/2/2026). Salah satu korban harus dilarikan ke puskesmas dan dalam kondisi kritis, lalu meninggal dunia. Tak lama kemudian, satu korban lainnya juga meninggal dunia di hari yang sama.
“Tak lama kemudian, korban lain menunjukkan gejala serupa hingga akhirnya dua pelajar dinyatakan meninggal dunia, masing-masing pada pukul 13.00 WITA dan 20.00 WITA di hari yang sama,” jelasnya.
Sementara, belasan korban pelajar lainnya mendapatkan perawatan medis dan empat di antaranya menunjukkan kondisi lebih parah, sehingga harus dirawat intensif yakni, IK (16), IN (16), AM (17), dan AB (16). (*)

Redaksi Mitrapost.com






