Dirut BTN Tanggapi Pemangkasan Kredit RI yang Dilakukan Lembaga Pemeringkat Moody’s

Mitrapost.com – Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service secara resmi telah memangkas peringkat kredit di Republik Indonesia (RI) dari stabil menjadi negatif, hingga memberikan dampak pada industri perbankan domestik.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu mengatakan bahwa pihaknya akan menemui lembaga rating tersebut guna menjelaskan terkait detail kredit perseroan secara jangka panjang.

Melansir dari Detik Finance, langkah yang diambil oleh Nixon disebut dilakukan berdasar pada peringkat kredit bank yang dapat ditinjau secara ulang.

“Jadi kita biasanya ngobrol very detail dengan mereka. Mereka itu kan meneropong in the next 5 years or 10 years. Ini banknya kayak apa sih. Nah sehingga mereka akan me-rating dengan metode yang mereka lakukan,” jelas Nixon, dikutip Selasa (10/02/2026).

Kemudian, Nixon juga menjelaskan bahwa pemangkasan peringkat akan berdampak pada pinjaman luar negeri maupun instrumen investasi yang diterbitkan secara langsung oleh korporasi, dalam hal ini perbankan.

Instrumen tersebut di antaranya mencakup obligasi maupun surat utang yang telah dijual dalam skala internasional.

“Kalau asing tuh biasanya karena kita punya pinjaman atau instrumen yang kita keluarkan di luar negeri, yang kita jual di luar negeri, atau kita beli di luar negeri. Nah ini memerlukan rating,” terangnya.

Sebelumnya, Nixon menyebut bahwa kondisi peringkat kredit yang rendah dapat mempersulit daya tawar obligasi yang telah diterbitkan oleh korporasi. Hal ini dikarenakan peringkat kredit korporasi biasanya yang paling tinggi atau bahkan setara dengan negara. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati