Mitrapost.com – Jelang melonjaknya penggunaan akses internet di sepanjang bulan Ramadan, layanan telekomunikasi seluler merek Tri yang berada di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) perkuat sistem keamanan bagi para penggunanya, seiring meningkatnya kejahatan siber.
Melansir dari Detik, VP Head of Product, Pricing & Revenue Strategy IOH, Nicholas Yulius Munandar mengungkapkan bahwa generasi muda di era digital saat ini tengah menghadapi persoalan informasi di mana sulit membedakan antara yang valid dengan hoax atau penipuan (scam).
“Tri mengajak anak muda Indonesia untuk selalu melakukan pilihan dengan bijak. Kami ingin Tri menjadi ‘Pilihan Bijak’ yang tidak hanya sekadar memberikan layanan, tapi juga perlindungan,” jelas Nicholas, dikutip Rabu (11/02/2026).
Dalam penjelasannya, Nicholas menyebut salah satu upaya penguatan sistem keamanan yang digunakan adalah dengan menyematkan fitur antispam dan antiscam yang lebih canggih, melalui ekosistem teknologi terbaru dan evolusi menuju 5G.
“Teknologi terbaru kami sekarang tidak hanya mampu memblokir suara atau SMS manual yang bersifat penipuan, tetapi juga mampu mendeteksi dan memblokir panggilan WhatsApp yang diduga sebagai scam,” katanya.
Perlu diketahui, fitur antispam dan antiscam telah dihadirkan oleh IOH sejak enam bulan lalu dengan klaim mampu menghadang sebanyak dua miliar panggilan, pesan, maupun tautan berbahaya melalui Paket Kuota 65GB yang berlaku selama 28 hari seharga Rp100.000.
“Kami ingin memastikan di saat intensitas penggunaan gawai meningkat untuk mengisi waktu luang atau berkomunikasi dengan keluarga, pelanggan Tri tetap mendapatkan pengalaman digital yang lancar, hemat, dan yang terpenting, aman,” pungkasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






