Mitrapost.com – Seorang wali kelas sekolah dasar di Kecamatan Jelbuk, Jember, Jawa Timur, inisial FT, diduga menelanjangi puluhan siswanya demi mencari uangnya yang hilang. Aksi tersebut kemudian menuai protes keras dari para wali murid.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, Arief Tjahjono, mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada Jumat (6/2/2026) lalu. Sehari setelah kejadian, sebagian siswa mengalami trauma dan enggan kembali ke sekolah.
“Besoknya dari puluhan siswa itu, hanya 6 anak yang berangkat. Itupun karena mereka ditelepon guru. Sementara yang lain tidak mau,” kata Arief, Selasa (10/2/2026), dikutip TribunNews.
Terkait hal ini, pihak dinas telah menerapkan trauma healing dengan tujuan mengurangi ketakutan anak-anak belajar di sekolah.
“Sebagian masuk sebagian tidak, maka dari itu, kami berikan trauma healing untuk meyakinkan proses belajar mengajar berjalan sesuai rel sebenarnya,” lanjut dia.
Ia melanjutkan, guru berstatus ASN itu sedang dilakukan pembinaan untuk sementara waktu. Arif juga berkoordinasi dengan satuan pendidikan dasar negeri lainnya, jika memungkinkan guru bersangkutan dipindahkan ke sekolah baru.
“Supaya beliau bisa kami pindahkan ke tempat lain. Supaya siswa dan wali murid menjalani belajar mengajar dengan baik lagi,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan etik, kejadian bermula saat FT mengaku kehilangan uang Rp75 ribu dan Rp200 ribu. Ia kemudian menggeledah semua tas siswa kelas V karena curiga, namun tak kunjung menemukannya hingga jam pulang sekolah.
Akhirnya, ia memilih tindakan ekstrem dengan meminta semua siswa di kelas itu melepaskan pakaian mereka untuk melakukan pemeriksaan tubuh. Siswa laki-laki diminta melepaskan seluruh pakaian, sementara siswa perempuan hanya menyisakan pakaian dalam.
“Terakhir kehilangan itu (uang mahar) beliau melakukan tindakan itu (meminta siswa melepas pakaian). Hal itu membuat kesalahan fatal beliau,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






