Mitrapost.com – Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal sesi perdagangan hari ini, Rabu (18/2/2026), menunjukkan penguatan tipis di level 8.235,81. Secara umum IHSG diproyeksikan bergerak berkonsolidasi dengan peluang rebound moderat setelah libur panjang.
Ada kemungkinan penguatan, namun terbatas dan tetap berisiko adanya koreksi ringan. Hal ini bergantung pada sentimen pasar global maupun domestik, seperti keputusan suku bunga dan arus modal asing.
Secara teknikal, trader masih bisa melakukan scalping karena IHSG bergerak dalam rentang harian jelas, sehingga ideal bagi Anda yang menginginkan keuntungan kecil dari pergerakan harga saham per hari. Selain itu, volatilitas intraday cukup signifikan karena reaksi pasar pasca-libur.
Meski demikian, perlu hati-hati dengan sentimen makro. Prioritaskan perusahaan yang likuid dan manajemen risiko ketat. Hindari Entry di Opening Chaos pada jam 09.00–09.15 WIB. Konfirmasi arah pasar kemungkinan baru terlihat setelah pukul 09.30–10.00 WIB.
5 Saham Potensial untuk Scalping Hari ini!
🏦 BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
Likuiditas saham BBCA sangat tinggi, karena perusahaan ini termasuk salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan di IDX. Volume perdagangan tinggi memiliki spread yang umumnya sempit, sehingga cocok untuk scalping.
Indikator Exponential Moving Average (EMA) jangka pendek sering berpotongan dengan EMA jangka panjang, menunjukkan adanya sinyal perubahan momentum harga. Momentum ini cocok untuk entry/exit cepat dalam rentang waktu 5 hingga 15 menit.
Indikator RSI sangat rendah, sehingga memungkinkan pantulan teknikal jangka pendek, terutama pada time frame 5–15 menit. Lakukan Entry saat RSI mulai meningkat dari ekstrem oversold untuk memberi peluang profit kecil yang cepat. Volatilitas moderat dan konsisten, serta gunakan stop loss sekitar 1–1.5% di bawah support EMA jangka pendek.
⚙️ BRPT — PT Barito Pacific Tbk
Likuiditas BRPT di level menengah, namun saham ini memiliki volume perdagangan cukup tinggi. Sementara itu, spread relatif wajar untuk scalping dibanding saham kecil lainnya.
Sementara itu, berdasarkan teknikalnya menunjukkan indikator EMA bergerak acak dalam timeframe harian. Namun, trader bisa melihat perpotongan pada EMA5/EMA10 untuk sinyal cepat scalping. Rentang volatilitas intraday moderat, cocok untuk micro trading setup.
🏙️ BKSL — PT Sentul City Tbk
Likuiditas relatif tinggi untuk saham mid/small cap. BKSL sering diperdagangkan dengan nilai transaksi besar terutama saat sesi aktif. Kondisi ini memungkinkan spread tidak terlalu lebar dibanding saham mikro lainnya.
EMA5 berada di atas EMA50 pada timeframe harian, sehingga menunjukkan momentum positif jangka pendek. RSI netral sekitar angka 45-55, menunjukkan tidak dominan beli atau jual dan harga cenderung bergerak mendatar. Maka, buy dekat support atau sell dekat resistance untuk mengambil profit cepat. Volatilitas tinggi, sehingga cocok untuk scalping.
⛏️ ANTM — PT Aneka Tambang Tbk
Likuiditas ANTM tinggi atau termasuk saham dengan volume besar dan sering masuk top list saham yang diperdagangkan. Kondisi tersebut memungkinkan spread relatif sempit dan efisien untuk scalping.
EMA jangka pendek sering berubah arah mengikuti sentimen komoditas global, sehingga peluang entry/exit kecil. RSI menunjukkan sinyal overbought/oversold yang relatif cepat, karena reaksi harga logam. Ini memungkinkan pullback kecil atau penurunan harga sementara saat tren kenaikan, sebelum harga kembali melanjutkan kenaikannya.
📡 5) TLKM — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
TLKM memiliki likuiditas sangat tinggi karena sering masuk daftar saham paling aktif dan direkomendasikan analis. Selain itu, memiliki spread sempit, sehingga akan mendukung scalping untuk keuntungan kecil dan berulang.
EMA5/EMA10 crossover di intraday sering menjadi sinyal entry cepat, sedangkan indikator EMA20 dapat jadi support atau resistance dinamis. RSI intraday sering fluktuatif, yakni pada area 30 hingga 70. Sinyal retracement atau pembalikan harga sementara ini bisa dimanfaatkan untuk scalper. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





