Mitrapost.com – Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa praktik perbankan yang ada di Jerman ternyata lebih mencerminkan prinsip syariah dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.
Pernyataan yang disampaikan dalam Sharia Economic Forum tersebut berdasar pada pengalamannya ketika melakukan diskusi bersama dengan pejabat bank sentral Jerman, Deutsche Bundesbank.
Dalam hal ini, Purbaya menjelaskan sistem yang dijalankan bahwa sekitar 80 persen perbankan Jerman dikuasai oleh bank kecil dan bank daerah bermargin rendah, lantaran tidak mengejar keuntungan secara berlebihan, melainkan pada keberlanjutan dan pembiayaan sektor riil.
“Mereka menaruh di bank itu bunga yang cuma 1 persen, biaya pinjamnya cuma 2 persen,” jelas Purbaya, dikutip dari Republika, Kamis (19/02/2026).
Model tersebut diakuinya membuat sistem mereka menjadi lebih stabil. Struktur tersebut dinilai lebih mendekati pada prinsip keadilan dan keseimbangan yang menjadi jiwa dari ekonomi syariah, karena masyarakat memilih bank dengan imbal hasil rendah tetapi aman.
Berdasarkan pada penjelasan sistem tersebut, Purbaya mengingatkan bahwa ekonomi syariah hanya bukan sekadar mengganti istilah bunga menjadi margin ataupun bagi hasil. Ketika praktiknya tetap mahal hingga membebani pelaku usaha, maka substansinya dinilai tetap sama.
“Diubah istilah ribanya tidak dipakai, tapi pakai istilah lain yang lebih mahal. Menurut saya itu arah yang salah,” tegasnya.
Di dalam negeri, Indonesia sendiri telah memiliki bank syariah besar seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Syariah Nasional (BSN). Namun menurut Purbaya, ekosistem di dalam bank syariah Indonesia dinilai belum kuat.
Selain itu, pasar besar belum sepenuhnya dikuasai oleh para pelaku domestik. Hal ini menjadikan industri halal, pembiayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hingga manajemen bisnis berbasis syariah masih diperlukan adanya pembenahan.
“Kita besar, tapi pemimpinnya saja tidak ada. Imamnya tidak ada dalam bisnis syariah,” ucapnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com
