Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah belum menerima instruksi terkait pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati yang juga menjadi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, belum lama ini. Ia mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi dari Pemerintah Pusat.
“Itu belum, belum, kami belum dapat informasi terkait SPPG yang diangkat PPPK. Kami belum dapat informasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN),” jelas Ketua Satgas MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra.
Lebih lanjut, pihaknya hingga saat ini masih berkonsentrasi melakukan koordinasi terhadap ratusan dapur SPPG yang telah beroperasi. Koordinasi belum lama ini sempat dilakukan kepada Ahli Gizi dan Mitra SPPG di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati, Kamis (19/02/2026).
Langkah itu untuk memastikan seluruh pelaksanaan program SPPG berjalan sesuai dengan standar, apalagi ini bulan Ramadan.
Pihaknya tidak mau ada kecolongan lagi terhadap dugaan keracunan yang mengakibatkan puluhan siswa SMK Negeri 4 Pati dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo menyebut sebanyak 128 dapur SPPG di wilayahnya telah beroperasi. Sedangkan sebanyak 147 dapur SPPG telah melakukan pelatihan keamanan pangan.
Sementara, sebanyak 132 dapur SPPG sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Ber SLHS belum tentu sudah operasional, tapi operasional pasti sudah ber SLHS,” ujar Luky.
Lebih lanjut, ia menerangkan tahapan dapur SPPG untuk bisa melakukan operasional. Pertama, dapur SPPG harus melakukan pelatihan keamanan pangan. Setelah hal itu selesai, yang kedua, harus mengajukan dan memiliki SLHS. Selanjutnya, terakhir, dapur SPPG baru dapat beroperasional. (*)

Wartawan Mitrapost.com






