Fitch Ratings Khawatir MBG Jadi Beban APBN, Airlangga Sebut World Bank Berpendapat Sebaliknya

Mitrapost.com – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, mengkhawatirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap akan menjadi beban bagi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Pemerintah Republik Indonesia (RI) dalam jangka panjang.

Kekhawatiran tersebut berdasar pada peringkat kredit atau utang RI saat ini yang masih berada di level BBB atau layak investasi (investment grade). Sementara, hal ini dijadikan sebagai pertimbangan Fitch Ratings untuk melakukan revisi terhadap outlook rating RI dari yang semula stabil jadi negatif.

Sementara, Pemerintah RI melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto merespons kekhawatiran tersebut dengan kebalikan dari penilaian Fitch Ratings.

Dalam hal ini, Bank Dunia atau World Bank serta Rockefeller Institute of Government justru menilai bahwa investasi pemerintah dalam program MBG akan mampu menghasilkan nilai tambah pada ekonomi RI sebesar 7 kali lipat.

“Kan kalau beberapa study dari World Bank maupun dari Rockefeller Foundation itu dengan pelaksanaan MBG yang masif dan baik itu investasi 1 dolar itu menghasilkan 7 dolar,” jelas Airlangga, dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (06/03/2026).

Oleh sebab itu, Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah RI saat ini melihat program MBG sebagai suatu investasi jangka panjang yang dilakukan untuk menguatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), daripada menganggapnya sebagai beban belanja negara.

“Jadi itu adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu. Bahkan Amerika pun melakukan itu, sehingga ini adalah tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term,” tegasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati