Mitrapost.com – Pemerintah Thailand mengeluarkan imbauan terhadap para pekerja menerapkan skema work from home (WFH). Imbauan ini merupakan langkah untuk menghemat bahan bakar kendaraan buntut gangguan pasokan minyak di Timur Tengah.
Menurut laporan Reuters, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mewajibkan kantor-kantor pemerintah mengatur pendingin udara di angka 26 derajat celcius untuk penghematan energi. Selain itu, pegawai pemerintah juga diminta melakukan WFH.
“Pemerintah ingin semua sektor menggunakan sumber daya dengan bijak dan efektif,” katanya, Selasa (10/3/2026).
Menurut informasi, pekan lalu, Pemerintah Thailand telah mengamankan pasokan minyak untuk dua bulan, serta menahan ekspor untuk menghemat cadangan. Pihaknya juga menetapkan batas harga solar di bawah 30 baht per liter selama 15 hari.
Tak hanya Thailand, Pemerintah Vietnam, pada hari Senin (9/3/2026), telah menghapus tarif impor produk minyak bumi hingga akhir April. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mencegah kekurangan bahan bakar, sekaligus menstabilkan pasar domestik.
Kementerian Perdagangan Vietnam juga mendesak perusahaan-perusahaan lokal memberlakukan work from home. Pasalnya, Vietnam termasuk negara yang paling terdampak atas gangguan ini karena sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi, dan beralih menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berbagi tumpangan, dilansir dari The Manila Times.
Berdasarkan data dari Petrolimex, harga bahan bakar di Vietnam telah naik 32 persen, solar 56 persen, dan minyak tanah 80 persen sejak akhir bulan lalu. Sedangkan, puluhan SPBU kecil telah tutup sementara atau mengurangi jam operasionalnya karena menipisnya pasokan. Hal ini juga memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Hanoi. (*)

Redaksi Mitrapost.com






