Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, tanggal 13 Maret 2026, masih berada di zona merah, yakni di level 7.338,82. Pasar masih berkonsolidasi setelah beberapa hari mengalami tekanan.
Kondisi pasar masih dipengaruhi sentimen karena ketegangan geopolitik global, serta tekanan fiskal, sehingga investor cenderung lebih berhati-hati. Meski demikian, situasi ini masih berpotensi untuk scalping saham karena volatilitas intradaynya masih tinggi.
5 Saham Potensial untuk Scalping Hari Ini
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Bank Negara Indonesia (BNI) merupakan salah satu perusahaan perbankan BUMN yang memiliki kapitalisasi pasar besar dan volume transaksi tinggi di BEI, sehingga likuiditasnya tinggi. Kinerja keuangannya juga stabil dengan pertumbuhan kredit dan laba yang konsisten.
EMA5 cenderung memotong EMA20 saat terjadi rebound harian. Ini menunjukkan momentum kenaikan jangka sangat pendek atau sinyal beli cepat bagi trader. Histogram MACD cepat berubah saat volume meningkat, merupakan sinyal momentum jangka pendek. RSI bergerak sideways di area 40–60 ketika fase konsolidasi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
PT Bank Rakyat Indonesia berfokus pada pembiayaan UMKM, merupakan salah satu saham paling aktif diperdagangkan di BEI. BBRI memiliki kapitalisasi besar dan kinerja keuangan solid, sehingga sering digolongkan sebagai saham blue chip.
EMA jangka pendek sering crossover pada timeframe 5–15 menit, menandakan volatilitas intraday tinggi dan pergerakan harga cepat, meski demikian waspada sinyal palsu. MACD sering memberikan sinyal golden cross saat rebound. RSI berkisar 45–65, sehingga masih ada peluang naik.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
PT Bumi Resources merupakan perusahaan pertambangan batubara besar di Indonesia. BUMI dikenal memiliki volume perdagangan tinggi, sehingga sering menjadi favorit trader. Harga saham relatif rendah, sehingga pergerakan prosentasi relatif cepat.
EMA5 dan EMA10 sering bergerak tajam mengikuti lonjakan volume. Ini menunjukkan banyak order beli atau jual masuk ke pasar, sehingga membuat harga bergerak cepat dalam waktu singkat. MACD membentuk sinyal breakout setelah konsolidasi. RSI sering di area overbought (>70) saat rally spekulatif.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
PT Unilever Indonesia merupakan perusahaan FMCG besar yang memproduksi berbagai produk konsumen. Perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar besar, serta memiliki jaringan distribusi luas di Indonesia. Likuiditas UNVR di BEI juga cukup tinggi atau termasuk saham papan utama.
EMA cenderung bergerak sideways, menandakan pasar sedang konsolidasi. Saat kenaikan volume, sering memicu breakout kecil pada harga dan arah EMA. MACD memberikan sinyal momentum pendek setelah fase konsolidasi. RSI biasanya berada di 40–60 atau masuk range trading.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan nikel (terkait industri baterai EV). Sentimen sektor nikel sering memicu volatilitas harga saham.
EMA pendek sering menjadi sinyal momentum ketika harga breakout, serta MACD menunjukkan sinyal bullish setelah fase konsolidasi. RSI sering bergerak dari 45 ke 70 saat momentum sektor komoditas meningkat. (*)

Redaksi Mitrapost.com






