Mitrapost.com – Kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, Senin (30/3/2026), berada di zona merah sampai dengan jeda makan siang tadi. Secara umum, IHSG saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi sepanjang Maret.
Meski sempat mengalami tekanan, potensi rebound terbatas bisa terjadi di akhir Maret 2026 ini. Pasar mulai stabil setelah tekanan global sedikit mereda. Namun, tidak semua sektor naik dan hanya saham tertentu yang bergerak.
5 Saham Potensial Naik pada 31 Maret 2026
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Pada periode penutupan sebelumnya, harga BBRI berada di level Rp3.420 dan pada esok hari berpotensi mengalami kenaikan hingga 4% – 7% pada 31 Maret 2026. Kenaikan harga ini bisa dipengaruhi oleh faktor fundamental dan teknikal.
BBRI termasuk saham dengan likuiditas sangat tinggi karena termasuk big cap dan menjadi favorit investor asing. Pertumbuhan perusahaan cenderung stabil karena dominasi kredit di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).
MA20 menunjukkan potensi reversal, sedangkan MACD mendekati golden cross. RSI berada di level 45–50 dan menuju kemungkinan bullish. Ini memberikan sinyal bahwa saham diprediksi rebound awal (early trend).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Pada periode penutupan sebelumnya, harga BMRI berada di level Rp4.760 dan pada esok hari berpotensi mengalami kenaikan hingga 3% – 6% pada 31 Maret 2026. Kenaikan harga ini bisa dipengaruhi oleh faktor fundamental dan teknikal.
Saham BMRI berkinerja solid dengan valuasi yang menarik investor. Harga BMRI di dekat MA50 menunjukkan support kuat, sedangkan MACD menunjukkan sinyal bullish divergence atau pembalikan arah (reversal) tren turun menjadi naik. RSI menunjukkan level 50 netral menuju bullish. Ini menunjukkan sinyal uptrend berkelanjutan.
PT Astra International Tbk (ASII)
Pada periode penutupan sebelumnya, harga ASII berada di level Rp6.125 dan pada esok hari berpotensi mengalami kenaikan hingga 4% – 8% pada 31 Maret 2026. Kenaikan harga ini bisa dipengaruhi oleh faktor fundamental dan teknikal.
PT Astra International Tbk memiliki faktor fundamental kuat dengan diversifikasi bisnis di sektor otomotif, tambang, hingga finansial. MA20 menunjukkan sinyal breakout dan kenaikan volume. Selain itu, RSI menunjukkan level 55 hingga 60 atau sinyal bullish.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Pada periode penutupan sebelumnya, harga AMRT berada di level Rp1.455 dan pada esok hari berpotensi mengalami kenaikan hingga 5% – 9% pada 31 Maret 2026. Kenaikan harga ini bisa dipengaruhi oleh faktor fundamental dan teknikal.
Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk defensive karena perusahaan bergerak di sektor ritel konsumsi. Kondisi kinerja keuangan berdasarkan arus kas stabil. Perusahaan juga agresif melakukan ekspansi bisnis. RSI menunjukkan sinyal oversold di level 30–40. Ini sering menjadi sinyal potensi rebound atau pembalikan harga naik ke atas.
PT Timah Tbk (TINS)
Pada periode penutupan sebelumnya, harga TINS berada di level Rp3.170 dan pada esok hari berpotensi mengalami kenaikan hingga 6% – 10% pada 31 Maret 2026. Perusahaan yang bergerak di komoditas timah sensitif terhadap harga global yang cenderung stabil/rebound.
RSI berada di kisaran 30–40 atau tekanan jual sudah berlebihan, sehingga ada peluang rebound. Harga sudah turun mendekati area support ini bisa jadi awal kenaikan jangka pendek. Selain itu, MACD mulai mendatar menunjukkan potensi golden cross (balik naik). (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






