Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada hari ini Kamis (2/4/2026) pukul 09:33 WIB di harga 7.103,93 turun -80.51 poin (-1.12%).
Kondisi tersebut cenderung menciptakan volatilitas tinggi ditambah tarik menarik antara rebound dan profit taking merupakan kondisi ideal untuk scalping.
Berikut ini lima saham yang potensial untuk scalping saham.
BBRI – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Saham BBRI menjadi salah satu saham yang terkena tekanan jual asing. Meski begitu, sering muncul rebound cepat setelah koreksi intraday.
Saham ini cocok untuk scalping karena likuiditasnya yang tinggi. Selain itu, banyak peluang micro swing.
BMRI – PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
BMRI memiliki value transaksi yang besar dan aktif diperdagangkan. Harga saham ini mengikuti arah IHSG dengan cukup jelas.
Saham ini cocok untuk scalping karena trend intraday yang relatif “bersih”, mudah membaca momentum, dan merupakan saham yang likuid sehingga eksekusi cepat.
BBNI – PT Bank Negara Indonesia Tbk
BBNI juga menjadi salah satu saham yang terkena tekanan jual asing, pergerakan juga menjadi lebih agresif.
Saham ini cocok untuk scalping karena sering terjadi intraday reversal atau pembalikan arah tren harga saham dalam satu hari perdagangan.
Kemudian volatilitas meningkat dan cocok untuk momentum cepat.
ADRO – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Sektor energi dipengaruhi pergerakan harga komoditas global. Adanya fluktuasi harga energi ini menciptakan range intraday yang lebar. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk scalping.
Sering muncul spike cepat dan pergerakan yang tidak selalu searah IHSG menciptakan peluang tambahan.
BBCA – PT. Bank Central Asia Tbk
Saham ini memiliki likuiditas terbesar di pasar dan sering menjadi penopang indeks saat rebound. Saham ini cocok untuk scalping karena spread tipis (minim slippage), stabil tapi tetap ada micro fluctuation, dan cocok untuk scalping aman (low risk intraday). (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






