Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun tajam. Meski begitu, ada potensi rebound pada April ini.
Investor dapat memanfaatkan momen saat kondisi market menunjukkan volatilitas yang tinggi. Kemudian, saham dengan katalis kuat berpotensi bergerak signifikan.
Berikut ini lima saham yang dinilai berpotensi mengalami pergerakan harga yang signifikan pada Rabu, 8 April 2026.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
BRI merupakan perusahaan yang berfokus pada segmen UMKM. Hal itu menjadikan BRI memiliki aliran kas yang konsisten, stabil, dan dapat diprediksi dari pelanggan yang membayar secara berkala atau strong recurring income.
Ditambah kinerja yang stabil di tengah tekanan ekonomi, menjadikan saham BBRI layak untuk dipertimbangkan investor. Saham ini berpotensi naik 6% – 12% di level Rp3.500 — Rp3.700 dari harga penutupan Rp3.310 pada Senin (6/4/2026).
Hal itu didukung dengan fakta bahwa BBRI adalah saham big cap bank sehingga menjadi leader saat rebound IHSG. Namun ada risiko sensitif terhadap arus dana asing.
TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Harga saham ini berpotensi mencapai Rp3.300 — Rp3.500 atau naik 5% – 10% dari harga penutupan Rp3.160 pada Senin (6/4/2026).
Hal itu dilihat dari fundamental saham yang kuat dimana TLKM mendominasi sektor telekomunikasi nasional. Selain itu, pendapatan data dan digital terus tumbuh.
Didukung dengan TLKM yang merupakan saham defensif sehingga aman saat market belum stabil. Namun ada risiko pertumbuhan relatif lebih lambat.
ADMR – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
Fundamental ADMR yang kuat menjadikan saham ini layak dilirik investor. Pasalnya, Adaro fokus pada batubara metalurgi dan saat ini dalam kondisi high demand global. Selain itu, bagian dari ekosistem industri logam.
ADMR berpotensi naik 8% – 18% di level Rp1.950 — Rp2.100 dari harga penutupan Senin (6/4/2026), Rp1.810.
Didukung sektor komoditas kembali dilirik saat rebound. Namun ada risiko harga komoditas fluktuatif.
BRPT – PT Barito Pacific Tbk
Bergerak di bisnis petrokimia dan enegri terintegrasi. Kemudian exposure ke energi masa depan (renewables). Menjadikan fundamental BRPT kuat. Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp1.500 — Rp1.600 atau 10% – 20% dari harga penutupan Rp1.345 pada Senin (6/4/2026).
Selain itu, saham momentum tinggi biasanya cepat bergerak saat market rebound. Namun ada risiko volatilitas tinggi (high beta stock).
SIDO – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
SIDO bergerak di sektor consumer health dan memiliki margin tinggi. Selain itu, brand kuat dan cash flow yang stabil, menjadikan SIDO layak diperhitungkan.
SIDO saham defensif sehingga cocok saat market belum fully bullish. Potensi pergerakan harga SIDO berkisar Rp550 — Rp580 atau naik 6% – 12% dari harga penutupan Rp515 pada Senin (6/4/2026). Namun ada risiko kenaikan terbatas (cenderung slow mover). (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






