Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 10 April 2026 dibuka di zona hijau, yakni di level 7.346,49. Kondisi ini menunjukkan pasar saham mengalami penguatan setelah beberapa hari terakhir mengalami tekanan.
Setelah sempat anjlok tajam akibat sentimen global dan geopolitik, pembukaan IHSG menguat didukung net buy asing dan meredanya sentimen global. Kondisi memungkinkan trader melakukan scalping karena banyak peluang rebound didukung momentum jangka pendek.
5 Saham Listing BEI Berpeluang untuk Profit Cepat
Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Saham BBCA menjadi salah satu favorit investor asing, serta cenderung likuid karena merupakan salah satu perusahaan perbankan dengan kapitalisasi pasar besar. Kinerja perusahaan stabil ditunjukkan dari pertumbuhan labanya.
Harga saham BBCA dekat EMA20, menunjukkan kondisi sideways di antara range support dan resistance, sehingga berpotensi untuk mengambil profit kecil secara berulang. MACD menunjukkan mulai mendatar, sehingga ada potensi mini trend (naik cepat atau turun cepat). Kondisi ini jadi favorit scalper karena banyak pergerakan cepat dan pendek.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Secara fundamental, BBRI kuat karena merupakan salah satu BUMN sektor perbankan besar di Indonesia. Kinerja keuangan baik berdasarkan pertumbuhan labanya, serta arus kas stabil karena fokus pada UMKM. Likuiditas saham tinggi.
Harga saham BBRI berkali-kali mendekati EMA20, kemudian memicu reaksi pantulan (rebound). Kondisi ini memunculkan banyak peluang entry jangka pendek. Kondisi ini ideal untuk scalping karena target kecil mudah tercapai.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
BUVA memiliki likuiditas moderat, meski tidak sebesar perusahaan perbankan. Kinerja cenderung fluktuatif, tergantung sektor pariwisata. Secara teknikal, harga BUVA sering jauh dari EMA, sehingga ada indikasi lonjakan cepat dalam waktu singkat (spike). Kondisi ini menunjukkan adanya pergerakan cepat dan besar. Trader bisa ambil profit singkat antara 1–3%. Momentum kuat untuk momentum scalping.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
BMRI memiliki likuiditas tinggi dan spread tipis, sehingga ideal untuk scalping. Secara fundamental, perusahaan perbankan ini memiliki kinerja keuangan stabil, didukung usaha kredit korporasi kuat dan pertumbuhan laba.
Harga BMRI sering crossing antara EMA20–50, berpotensi adanya sinyal cepat karena momentum cepat berubah (naik, kemudian turun, lalu naik lagi). MACD cenderung fluktuatif, memunculkan momentum intraday.
Bumi Resources Tbk (BUMI)
BUMI memiliki likuiditas tinggi dan spread tipis, sehingga menjadi salah satu favorit trader di bursa saham. Kinerja keuangan tergantung harga komuditas, terutama batubara. EMA sering breakout tiba-tiba, MACD menunjukkan potensi harga bergerak karena perubahan momentum. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






