Mitrapost.com – Perubahan cuaca buruk secara tiba-tiba yang melanda kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjadikan seorang bayi perempuan berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia ketika dibawa orang tuanya melakukan pendakian.
Atas kondisi tersebut, tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang saat itu tengah bertugas dalam acara Semarang Mountain Race secara otomatis bergerak menuju lokasi keluarga tersebut berada, yaitu di kawasan Puncak Bondolan.
“Suhu tubuhnya turun drastis, kondisi kritis. Tim Basarnas yang tengah siaga di event Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat,” jelas Basarnas melalui video YouTube @BasarnasOfficial, dikutip dari CNN Indonesia.
Akibat dari cuaca ekstrem tersebut, bayi perempuan itu diketahui berada dalam kondisi yang terus menangis dengan menunjukkan adanya tanda-tanda kedinginan yang parah.
Setelah petugas tiba di lokasi, korban segera diberikan pertolongan pertama untuk menstabilkan suhu tubuh, termasuk dengan tata cara penanganan hipotermia.
“Evakuasi dilakukan di Puncak Bondolan. Petugas berupaya keras menghangatkan tubuh korban, menstabilkan kondisinya,” katanya, dikutip Senin (13/04/2026).
Saat kondisi korban dinyatakan stabil, tim SAR selanjutnya melakukan proses evakuasi beserta kedua orang tuanya untuk turun menuju Basecamp Perantunan guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Diketahui, korban bayi perempuan berusia 1,5 tahun tersebut bernama Lan Lan yang merupakan warga kawasan Candi Golf, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. (*)

Redaksi Mitrapost.com






